Kurang Asupan Serat, Anak Rentan Kena Gangguan Pencernaan

Siska Permata Sari · Rabu, 20 Desember 2017 - 18:54:00 WIB
Kurang Asupan Serat, Anak Rentan Kena Gangguan Pencernaan
Anak pastikan selalu mengonsumsi makanan berserat. (Foto: The Fashionable)

JAKARTA, iNews.id – Masalah gangguan pencernaan juga mengincar anak-anak. Solusinya, bunda harus memperhatikan nutrisi dan gizinya tercukupi, mulai dari kabohidrat, serat, protein, dan vitamin.

Sebab, masa tumbuh kembang anak hingga usia dua tahun, sangat berpengaruh di masa depan. Biasanya, kandungan-kandungan tersebut ada pada makanan sehat, seperti sayur dan buah.

Namun di Indonesia sendiri, masih banyak masyarakat yang belum banyak sadar akan pentingnya konsumsi buah dan sayur. Ini tentu bukan isapan jempol belaka.

Menurut Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) tahun 2014, sebesar 97,1 persen penduduk Indonesia tidak mengonsumsi cukup buah-buahan dan sayuran. Orang Indonesia rata-rata mengonsumsi sayuran hanya 70,0 gram/hari dan konsumsi buah 38,8 gram/hari.

Padahal, World Health Organization (WHO) merekomendasikan 400 gram buah dan sayur per hari. Sementara American Heart Association, merekomendasikan 50 persen porsi makan atau 4,5 mangkuk buah dan sayur per hari.

Padahal, sayur dan buah memiliki serat yang penting bagi tubuh Anda. Apalagi, bagi anak-anak.

Menurut Konsultan Gastrohepatologi Anak, dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A(K), kekurangan serat dapat mengganggu pencernaan anak.

"Kekurangan serat dapat menyebabkan sakit perut berulang pada anak, konstipasi, gangguan perilaku, hingga penyakit tak menular (PTM). Salah satunya, kanker usus besar," kata dr. Frieda dalam acara Healthy Eating Habit (HEH) SGM Eksplor di Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Menurut the North American Society for Pediatric Gastroenterology and Nutrition (NASPHGAN), konstipasi adalah kesulitan atau keterlambatan melakukan buang air besar (BAB) selama dua minggu atau lebih.

Hal ini, jelasnya, dapat menimbulkan rasa nyeri pada anak ketika BAB. Hal itu disebabkan tinja keras pada anak karena jarang mengonsumsi serat dan kekurangan minum air putih.

"Manfaat serat itu bukan untuk saat ini, tapi sampai seumur hidup. Demi kelangsungan hidup dan saluran cerna. Kalau untuk jangka pendek, anak enggak suka sakit perut, anak happy, kognitif bagus. Kemudian jangka panjangnya, dalam serat ada bakteri yang bagus dan dapat mendorong serotonin atau happy hormone," jelasnya.

Editor : Tuty Ocktaviany