Langkah Antisipatif Kemenkes terkait Erupsi Gunung Anak Krakatau

Siska Permata Sari ยท Minggu, 30 Desember 2018 - 15:13 WIB
Langkah Antisipatif Kemenkes terkait Erupsi Gunung Anak Krakatau

Letusan Gunung Anak Krakatau. (Foto: ANTARA/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat)

JAKARTA, iNews.id -  Demi menghadapi kemungkinan terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama sejumlah kementerian, serta lembaga terkait kebencanaan, mengambil langkah antisipatif. Rapat koordinasi kesiapan penanggupangan erupsi Gunung Anak Krakatau pun telah dilakukan di Kantor Kemenko PMK di Jakarta, Jumat 28 Desember 2018. 

Rapat tersebut dipimpin Seskemenko PMK dan dihadiri para pakar gunung berapi, pakar tsunami, dan perwakilan dari Kementerian dan lembaga terkait.

"Jika terjadi erupsi, diperkirakan massa material vulkanik mencapai 11 juta kilometer kubik (mendekati volume erupsi tahun 1883). Kandungan silika material mencapai 52 persen, memang lebih rendah dari erupsi tahun 1883 yang mencapai 64 persen," demikian menurut Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat drg Widyawati, seperti dikutip dari keterangan pers, Minggu (30/12/2018).

Berdasarkan rapat tersebut diketahui, tsunami setinggi 4-5 meter melanda seluruh daratan Sumatera dan Jawa yang menghadap Selat Sunda dalam 20-30 menit dengan capaian 300-1.000 meter daratan. Peluang pengurangan risiko erupsi besar adalah kondisi fisik kaldera Gunung Anak Krakatau sudah terbelah dan terbuka ke arah Barat Daya saat erupsi tanggal 22 Desember 2018.

Kondisi tersebut membuat magma yang keluar saat ini langsung menyentuh air laut dan menimbulkan uap air yang sangat banyak. Kondisi tersebut diharapkan akan menurunkan tekanan magma juga risiko tsunami.

"Langkah antisipasi pemerintah akan segera menata ulang lokasi rawan tsunami pada radius 1500 meter dari bibir pantai. Semua titik pengungsian dan layanan kesehatan harus dibangun pada jarak lebih dari 1.500 meter dari bibir pantai," ucapnya.

Kemenkes bersama Kementerian Sosial akan memastikan fasilitas layanan kesehatan mana saja yang akan dijadikan rujukan, evakuasi korban, penataan ulang titik-titik pengungsian oleh pemerintah daerah, termasuk sistem jalur logistik. Selain itu, BNPB bersama TNI akan merencanakan pembuatan jalur jalur evakuasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat ketinggian Gunung Anak Krakatau kini tinggal 110 meter dari sebelumnya 338 meter. Tingginya susutnya akibat erupsi. Erupsi tersebut mengeluarkan abu vulkanik hingga mencapai 7.338 meter di atasnya, alami kegempaan tremor vulkanik dengan amplitudo 25 mm.

Selain itu, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga, sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 5 kilometer dari kawah.

Editor : Tuty Ocktaviany