Masalah Kesehatan Masyarakat, Jokowi: Itu Tanggung Jawab Bersama

Siska Permata Sari ยท Kamis, 14 Februari 2019 - 12:33 WIB
Masalah Kesehatan Masyarakat, Jokowi: Itu Tanggung Jawab Bersama

Presiden Jokowi bersama Menkes Nila Moeloek dan jajaran Kementerian Kesehatan di Rakerkesnas 2019. (Foto: Kemenkes)

JAKARTA, iNews.id - Indonesia memiliki sejumlah kompleksitas kesehatan yang disebabkan banyak faktor. Tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan masyarakat, sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas kesehatan, tetapi letak geografis di Indonesia.

Terkait masalah tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berkomitmen meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan, meratakan akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan, dan pemenuhan SDM kesehatan. Hal tersebut disinggung ketika Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2019 yang diselenggarakan di Tangerang, Banten, Selasa 12 Februari 2019. 

Saat itu Presiden Joko Widodo membuka perhelatan tersebut dan mengingatkan kepada seluruh jajaran di Kemenkes bahwa berbagai masalah kesehatan di Indonesia adalah tanggung jawab bersama. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi sempat berdialog dengan sejumlah peserta Rakerkesnas perwakilan kota/kabupaten.

Berdasarkan dialog itu, Presiden Jokowi mendapati permasalah kesehatan di setiap daerah yang berbeda.

"Negara kita besar dengan tantangan dan persoalan yang berbeda. Inilah tanggung jawab bersama untuk menyelesaikan tantangan itu,” kata Jokowi, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima iNews.id, Kamis (14/2/2019).

Daerah Yogyakarta, misalnya memiliki masalah kesehatan terkait gizi yang angkanya cukup besar, yaitu stunting dan anemia remaja. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, anemia remaja mencapai angka sekitar 34 persen.

Banyak penyebab anemia dan masalah gizi, di antaranya pola gaya hidup remaja yang takut mengonsumsi banyak makanan karena takut gemuk, sehingga asupan gizi dan zat besi berkurang. Lain halnya dengan Kabupaten Halmahera, Maluku Utara. Masalah kesehatan di sana adalah HIV. 

Jika di Kutai Barat, masalahnya adalah kekurangan tenaga medis di puskesmas. Ada 19 Puskesmas yang kekurangan dokter empat puskesmas.

Kemudian di Kabupaten Natuna, masalah kesehatan di sana adalah hipertensi. Hal itu lantaran kondisi masyarakatnya yang kurang mengonsumsi sayur dan buah. Selain itu yang dibutuhkan adalah peningkatan kapasitas dokter dan jumlah alat kesehatan.


Editor : Tuty Ocktaviany