Memutus Mata Rantai HIV pada Masa Pandemi Covid-19

Rizqa Leony Putri ยท Sabtu, 05 Desember 2020 - 22:57:00 WIB
Memutus Mata Rantai HIV pada Masa Pandemi Covid-19
Memutus mata rantai HIV pada masa pandemi Covid-19. (Foto: Boldsky)

JAKARTA, iNews.id - Data perkembangan HIV-AIDS di Indonesia 2020 menyebutkan terdapat kasus HIV baru di Indonesia sebanyak 21.220 orang. Sebanyak 70 persen dari kasus HIV baru tersebut menginfeksi masyarakat usia subur berumur 25-49 tahun. 

Sementara di tengah pandemi Covid-19 yang masih meresahkan dunia, orang dengan HIV-AIDS (ODHA) mengalami kesulitan mengakses obat-obatan antiretroviral (ARV). Berdasarkan artikel ilmiah yang dirilis dalam Asia Pacific Journal of Public Health, sebelum pembatasan aturan perjalanan dalam negeri diberlakukan oleh pemerintah Indonesia, banyak ODHA yang kehilangan pekerjaan, terpaksa kembali ke daerah asal tempat tinggal masing-masing, dan terhenti terapi ARV-nya. 

Selain itu, lockdown yang diberlakukan di India telah menghentikan suplai ARV yang masuk ke Indonesia, sesuatu yang sangat mengkhawatirkan. Sebab, Kementerian Kesehatan Indonesia mendapatkan sebagian besar stok ARV yang dibutuhkan penduduk Indonesia dari India. 

Jika kelangkaan ARV tidak segera ditangani, sekitar 10.000 ODHA terancam harus menghentikan terapi ARV mereka. Tanpa ARV, ODHA menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan gangguan penyakit, termasuk Covid-19 (#satgascovid19 #ingatpesanibu #jagajarak #pakaimasker #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun). 

Untuk mencegah persebaran HIV di Indonesia, dibutuhkan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat demi mengakhiri epidemi ini pada 2030 serta terwujudnya “Three Zeroes”. DKT Indonesia sebagai organisasi pencegahan HIV-AIDS dan Keluarga Berencana terus melakukan edukasi terhadap masyarakat terkait pentingnya kesehatan seksual reproduksi. 

Editor : Tuty Ocktaviany