Mengenal Diabetes Melitus Tipe 1 pada Anak-Anak

Siska Permata Sari ยท Senin, 05 November 2018 - 23:30:00 WIB
Mengenal Diabetes Melitus Tipe 1 pada Anak-Anak
Cek kesehatan anak. (Foto: GG Hospital)

JAKARTA, iNews.id - Diabetes merupakan salah satu penyakit tak menular (PTM) yang cukup banyak diderita masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Dibagi menjadi dua jenis yakni diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2, penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak.

Diabetes melitus yang umumnya lebih banyak diderita oleh anak-anak adalah diabetes melitus tipe 1. Apa itu? Melansir dari situs kesehatan WebMd, diabetes tipe 1 ini berbeda dengan diabetes biasanya atau tipe 2 yang cenderung disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat dan obesitas.

"Diabetes tipe 1, terjadi ketika pankreas atau organ di sisi kanan atas perut memproduksi sedikit insulin atau tanpa insulin sama sekali," demikian dilansir dari WebMd, Senin (5/11/2018).

Insulin merupakan hormon penting bagi metabolisme tubuh untuk mengubah glukosa menjadi energi dan disebarkan di seluruh tubuh. Hormon ini juga membantu tubuh menyimpan energy, serta menyeimbangkan kadar glukosa dalam tubuh.

Hormon ini memungkinkan Anda terhindar dari kondisi hiperglikemia (kelebihan glukosa) yang berpotensi merusak syaraf dan ginjal dan hipoglikemia (kekurangan glukosa) yang menyebabkan kelelahan kronis hingga hilang kesadaran alias pingsan.

Penyebab Diabetes Tipe 1 pada Anak?

Belum dapat dipastikan apa penyebab terjadinya diabetes tipe 1 pada anak, sehingga dia membutuhkan insulin seumur hidupnya. Sebab, diabetes satu ini merupakan gangguan autoimun yang tidak bisa dicegah.

Bagaimana Gejalanya?

Gejala diabetes tipe 1 pada anak-anak, bayi, atau balita dapat terjadi secara tiba-tiba. Namun di lain sisi, dia membutuhkan penanganan tepat.

Perhatikan jika anak-anak mengalami gejala-gejala meliputi napas berbau, rasa kantuk ekstrem, kelelahan, selalu haus, nafsu makan besar, penurunan berat badan secara signifikan, buang air kecil lebih sering atau mengompol, hingga napas yang terengah-engah.

Editor : Tuty Ocktaviany