Mengenal Gejala PMS yang Bikin Perempuan Jadi Lebih Sensitif

Siska Permata Sari ยท Sabtu, 09 Maret 2019 - 09:17 WIB
Mengenal Gejala PMS yang Bikin Perempuan Jadi Lebih Sensitif

Perempuan alami mentruasi. (Foto: Mix965houston)

JAKARTA, iNews.id - Sebagian perempuan kerap merasa murung menjelang siklus menstruasinya setiap bulan. Merasa murung, mood tidak stabil, dan lebih sensitif menjadi bagian dari gejala premenstrual syndrome (PMS) atau sindrom pra-haid. Apa itu?

Menurut American College of Obstetricians and Gynaecologists, diperkirakan 85 persen perempuan mengalami setidaknya satu gejala PMS per bulan. Itu meliputi perasaan lekas marah, perubahan mood (mood swing), menangis, dan murung sepanjang waktu.

Seorang ahli endokrin dari Amerika Serikat, Diana Schwarzbein, MD, mengatakan, hormon memang bergerak berfluktuasi. Fluktuasi hormon tersebut, kata dia, dapat memengaruhi emosi dan cara berpikir.

"Akan ada fluktuasi hormon yang pasti akan memengaruhi emosi, proses berpikir, dan kesejahteraan fisik," kata Diana seperti dikutip dari Everyday Health, Sabtu (9/3/2019).

Mood yang buruk karena PMS dapat ditandai dengan kapan terjadinya perubahan mood tersebut. Umumnya, perubahan emosi yang tajam karena PMS tersebut dapat terjadi ketika seminggu hingga dua minggu menjelang PMS.

Penyebabnya adalah hormon estrogen, di mana itu berfluktuasi selama periode sebelum, saat dan sesudah menstruasi. Selain mudah marah dan sensitif, beberapa gangguan emosi ini dapat terjadi ketika PMS. Di antaranya:

- Sifat lekas marah
- Marah
- Depresi
- Menangis
- Sensitif berlebihan
- Merasa gugup dan cemas
- Kesedihan dan kemarahan yang berganti-ganti

Jika keadaan ini mengganggu mental Anda, sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter. Sebab, dikhawatirkan ini adalah gangguan dysphoric pramenstruasi (PMDD). Perempuan yang menderita ini mengalami depresi serius satu atau dua minggu sebelum menstruasi.


Editor : Tuty Ocktaviany