Mengenal Kanker Darah, Penyakit yang Diderita Ani Yudhoyono

Siska Permata Sari ยท Rabu, 13 Februari 2019 - 12:49 WIB
Mengenal Kanker Darah, Penyakit yang Diderita Ani Yudhoyono

Ani Yudhoyono tengah menjalani perawatan intensif di Singapura. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Kabar mengejutkan datang dari Ani Yudhoyono. Istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini tengah menjalani pengobatan dan perawatan yang intensif di National University Hospital Singapura.

SBY mengatakan bahwa sang istri tengah menderita sakit kanker darah.

"Dengan rasa prihatin saya sampaikan kepada para sahabat di Tanah Air Ibu Ani mengalami blood cancer atau kanker darah," ujar SBY di Singapura dalam video yang dikirim kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Terkait penyakit yang diderita Ani Yudhoyono, iNews.id merangkum soal penyakit kanker darah. Ya, leukimia atau kanker darah memang dapat menyerang siapa saja. Meski umumnya terjadi pada usia dewasa, anak-anak tidak sedikit yang menderita penyakit tersebut.

Berikut beberapa fakta mengenai penyakit leukimia, seperti dilansir Medicinenet.

1. Leukimia adalah kanker dari sel-sel darah. Karena itu, kadang-kadang disebut sebagai kanker darah.

2. Penyebab pasti leukimia tidak diketahui. Faktor risiko telah diidentifikasi, termasuk paparan radiasi dan paparan salah satu komponen bensin.

3. Gejala umum dari leukimia kronis meliputi nyeri pada tulang atau sendi, pembengkakan kelenjar getah bening yang biasanya tidak sakit, demam atau keringat di malam hari, dan merasa lemah atau mudah lelah. Gejala lainnya yaitu sering mengalami pendarahan, mudah memar, sering infeksi, pembengkakan di perut, penurunan berat badan atau kehilangan nafsu makan.

4. Leukimia dikelompokkan oleh seberapa cepat penyakit ini berkembang (kronis). Ini juga jenis sel darah yang dipengaruhi limfosit atau mielosit. Empat jenis utama leukemia termasuk leukemia akut limfositik (ALL), leukemia limfositik kronis (CLL), leukemia mielositik akut (AML), dan leukemia mielositik kronis (CML).

5. Orang-orang dengan leukimia meningkatkan risiko infeksi, anemia, dan pendarahan. Gejala dan tanda-tanda lainnya termasuk mudah memar, penurunan berat badan, berkeringat di malam hari, dan demam yang tidak dapat dijelaskan.

6. Diagnosis leukimia didukung oleh temuan dari sejarah medis dan pemeriksaan. Selain itu, juga melakukan pemeriksaan darah dan sampel sumsum tulang dengan menggunakan mikroskop.

7. Pengobatan leukimia tergantung pada jenisnya, gejala tertentu dari sel-sel leukimia, luasnya penyakit, riwayat pengobatan, serta usia dan kesehatan pasien.

8. Kebanyakan pasien dengan leukimia diobati dengan kemoterapi. Beberapa pasien juga mungkin memiliki terapi radiasi atau transplantasi sumsum tulang.

9. Tidak ada cara yang diketahui untuk mencegah leukimia.

10. Prognosis (tindakan untuk memprediksi perjalanan penyakit yang didasari informasi diagnosis) pada penyakit leukimia tergantung pada beberapa faktor, termasuk usia pasien, jenis leukimia, dan sejauh mana kanker telah menyebar.


Editor : Tuty Ocktaviany