Mengenal Narkolepsi, Gangguan Tidur yang Sebabkan Kantuk Berlebihan

Siska Permata Sari ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 19:04 WIB
Mengenal Narkolepsi, Gangguan Tidur yang Sebabkan Kantuk Berlebihan

Alami gangguan tidur. (Foto: SDG)

JAKARTA, iNews.id - Tidur di siang hari merupakan kenikmatan tersendiri bagi sebagian pekerja yang sibuk dan tak mendapatkan tidur cukup setiap malamnya. Namun, apa jadinya jika Anda selalu merasa sangat mengantuk di siang hari dan sering tertidur di tengah-tengah melakukan kegiatan?

Mungkin saja itu adalah gangguan tidur bernama narkolepsi. Ya, narkolepsi adalah gangguan tidur yang ditandai oleh kantuk berlebihan. Menurut National Sleep Foundation, narkolepsi ini memengaruhi sekitar satu dari 2.000 orang dan biasanya gejala ini muncul di masa kanak-kanak atau remaja.

"Orang dengan narkolepsi merasa sangat mengantuk di siang hari dan mungkin tanpa sadar tertidur selama kegiatan normal. Dalam narkolepsi, batas normal antara terjaga dan tidur menjadi kabur, sehingga tidur dapat terjadi ketika seseorang terjaga," demikian penjelasan yang dikutip dari National Sleep Foundation, Rabu (5/12/2018).

Mereka yang menderita narkolepsi juga dapat mengalami halusinasi. Sementara itu, gangguan tingkat lanjutan dapat menyebabkan episode katapleksi, di mana hilangnya zat kimia di otak yang disebut hypocretin. Apa itu hypocretin?

"Hypocretin bekerja pada sistem yang mengingatkan otak, membuat kita tetap terjaga dan mengatur siklus bangun tidur. Dalam narkolepsi, kelompok sel yang memproduksi hipokretin, yang terletak di daerah hipotalamus itu rusak atau hancur total."

Akibatnya, tanpa hipocretin, orang dengan narkolepsi tersebut mengalami kesulitan untuk tetap terjaga. Selain itu, mereka juga mengalami gangguan dalam siklus bangun tidur yang normal.

Namun sebelum mendapukkan diri sebagai penderita narkolepsi karena sering mengantuk, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan fisik. Sebab, gangguan tidur ini memerlukan diagnosa para medis.


Editor : Tuty Ocktaviany