Mengenal PCOS, Kelainan Hormon yang Dialami Fitrop Sebelum Hamil

Siska Permata Sari ยท Selasa, 11 Juni 2019 - 18:56 WIB
Mengenal PCOS, Kelainan Hormon yang Dialami Fitrop Sebelum Hamil

Fitri Tropika bahagia lantaran sudah hamil anak pertama. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Artis Fitri Tropica atau Fitrop baru-baru ini mengumumkan kehamilan pertamanya setelah berjuang melalui terapi Sindrom ovarium polikistik (PCOS) selama tiga bulan. Hal tersebut dikabarkannya melalui unggahan di media sosial Instagram pribadinya beberapa waktu lalu.

"Setelah menjalani 3 bulan terapi PCOS semenjak Desember lalu, Alhamdulillah di bulan Maret kmrn akhirnya 2 garis itu muncul juga," tulis Fitrop saat mengumumkan kehamilannya di media sosial Instagram miliknya, Senin 10 Juni lalu.

Sebenarnya, apa itu PCOS?

Sindrom ovarium polikistik atau PCOS merupakan kelainan hormon yang umum terjadi pada wanita usia reproduksi. Melansir dari Mayo Clinic, Selasa (11/6/2019), wanita dengan PCOS mungkin memiliki periode menstruasi yang jarang atau berkepanjangan, termasuk kelebihan kadar hormon pria (androgen).

 

Hal tersebut dapat membuat ovarium mengembangkan banyak kumpulan kecil cairan (folikel) dan gagal melepaskan telur secara teratur. Hingga saat ini penyebabnya belum diketahui, tetapi kelainan hormon tersebut dapat didiagnosa lebih dini.

 

Gejala

 

Gejala-gejala umum PCOS di antaranya siklus menstruasi yang tidak teratur, peningkatan kadar hormon pria atau androgen seperti kelebihan rambut wajah dan tubuh, serta ovarium polikistik.

 

Ovarium polikistik sendiri merupakan kondisi di mana ovarium membesar dan mengandung folikel yang mengelilingi telur. Akibatnya, ovarium mungkin gagal berfungsi secara teratur.

 

Penyebab

 

Walaupun penyebab pasti PCOS belum diketahui, ada beberapa faktor yang mungkin berperan dalam hal ini. Di antaranya kelebihan insulin, peradangan tingkat rendah atau produksi sel darah putih, keturunan dan kelebihan androgen.

 

Komplikasi

 

Jika tidak segera ditangani, PCOS bisa mengembangkan beberapa komplikasi seperti infertilitas, diabetes gestasional atau tekanan darah tinggi saat kehamilan, keguguran kandungan, sindrom metabolik, diabetes tipe dua, gangguan tidur, pendarahan abnormal di bagian uterus, dan kanker endometrium.

 


Editor : Tuty Ocktaviany