Menguak 13 Penyakit yang Sebabkan Ratusan Petugas KPPS Meninggal Dunia

Siska Permata Sari ยท Minggu, 12 Mei 2019 - 15:14 WIB
Menguak 13 Penyakit yang Sebabkan Ratusan Petugas KPPS Meninggal Dunia

Sekretaris Jenderal Kemenkes drg Oscar Primadi memaparkan penyebab petugas KPPS meninggal. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Setelah Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 diselenggarakan, kabar petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia mulai muncul dan bertambah seiring berjalannya waktu. Melihat fenomena ini, Kementerian Kesehatan RI buka suara.

Berdasarkan data yang dipaparkan Kemenkes RI, jumlah korban Pemilu yang meninggal di DKI Jakarta sebanyak 22 jiwa, Jawa Barat 131 jiwa, Jawa Tengah 44 jiwa, Jawa Timur 60 jiwa, Banten 16 jiwa. Bengkulu tujuh jiwa, Kepulauan Riau tiga jiwa, Bali dua jiwa, Kalimantan Selatan delapan jiwa, Kalimantan Tengah tiga jiwa, Kalimantan Timur tujuh jiwa, Sulawesi Tenggara enam jiwa, Kalimantan Selatan 66 jiwa, dan Sulawesi Utara dua jiwa.

Melihat fenomena tersebut, Kemenkes berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan tenaga kesehatan di daerah untuk melaksanakan pelayanan kesehatan, termasuk melakukan investigasi penyebab meninggalnya petugas KPPS tersebut. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan di 15 provinsi, ditemukan penyebab kematian petugas karena terserang 13 jenis penyakit dan satu kecelakaan. Sebanyak 13 penyakit tersebut di antaranya:

1. Infarct myocard
2. Gagal jantung
3. Koma hepatikum
4. Stroke
5. Respiratory failure
6. Hipertensi emergency
7. Meningitis
8. Sepsis
9. Asma
10. Diabetes melitus
11. Gagal ginjal
12. TBC
13. Kegagalan multi organ.

Masih berdasarkan data tersebut, korban rata-rata yang meninggal berada di usia 50-59 tahun. Sekretaris Jenderal Kemenkes drg Oscar Primadi mengatakan, terkait jadwal petugas KPPS perlu dikaji terlebih dahulu. Penjadwalan tersebut, sambung dia, perlu pendalaman lebih lanjut oleh KPU.

"Nantinya kita akan bahas bersama KPU untuk perencanaan Pemilu mendatang," kata Oscar, seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (12/5/2019).

Selanjutnya, kata dia, petugas Pemilu yang dipekerjakan diupayakan mempunyai kondisi kesehatan yang baik dan lingkungan pekerjaan yang sehat. Selain itu, petugas juga tidak merokok dan tidak terpapar asap rokok, ruangan yang cukup luas, ritme kerja atau jam kerja yang diatur dengan baik, serta memberikan porsi istirahat yang cukup.


Editor : Tuty Ocktaviany