Menuju Endemi Covid-19, Ahli Khawatirkan Penyakit Lain Tak Biasa: Prokes Tetap Harus Dijalankan

Muhammad Sukardi ยท Rabu, 05 Oktober 2022 - 15:44:00 WIB
Menuju Endemi Covid-19, Ahli Khawatirkan Penyakit Lain Tak Biasa: Prokes Tetap Harus Dijalankan
Ahli waspada munculnya penyakit biasa lainnya setelah Covid-19. (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA, iNews.id - Setelah dua tahun dihantam pandemi, saat ini Indonesia bersiap memasuki fase endemi Covid-19. Hal ini terlihat dari terus menurunnya kasus Covid-19 di Indonesia, meski pada akhirnya Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang memiliki kuasa untuk menentukan.

Walaupun kondisi sudah mulai membaik seperti sekarang, masyarakat diimbau untuk tidak terlena dan mengabaikan protokol kesehatan. Sebab, bila abai prokes karena terlena status endemi, salah satu risiko yang bisa terjadi adalah munculnya penyakit tak biasa. 

"Secara alami, virus akan selalu bersirkulasi. Apalagi jika virusnya masih ada di sekitar kita. Jadi, kalau pertahanan yang selama ini dibangun, dihilangkan begitu saja, mutasi virus baru besar kemungkinan terjadi," kata Ahli Mikrobiologi Universitas Indonesia Prof Amin Soebandrio dalam Talkshow virtual, Rabu (5/10/2022).

Secara teori, sifat alami virus itu bermutasi. Namun, mutasi yang terjadi  tidak selalu menyebabkan masalah bagi manusia.

Perlu diketahui, bahwa setiap kali virus bermutasi, 30 persen menyebabkan virusnya mati, sehingga 20 persen mutasi tidak menyebabkan dampak apapun, dan hanya 4-5 persen mutasi yang membuat virusnya tetap bertahan terhadap tekanan yang kuat, misalnya dari antibodi.

Di sisi lain, Ahli Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Asri C  Adisasmita menjelaskan bahwa saat ini sudah mulai dilaporkan kasus penyakit tak biasa. Salah satunya yakni dengue.

"Menurut beberapa laporan yang saya terima, penyakit dengue sekarang berbeda karakternya dengan dengue sebelum pandemi Covid-19. Belum diketahui apa penyebabnya, itu kenapa diperlukan penelitian lebih lanjut terkait hal tersebut," ujar Prof Asri.

Karakter dengue di masa pandemi Covid-19 ini, kata Prof Asri, beberapa kasus dilaporkan lebih ganas dan lama untuk sembuh. Temuan ini pun menjadi pengingat bahwa sekalipun Covid-19 dinyatakan sebagai endemi, ada kemungkinan dampaknya secara tidak langsung tetap merugikan masyarakat.

"Kami perlu melakukan penelitian untuk melihat adanya kemungkinan efek tidak langsung Covid-19, khususnya pada populasi lansia, anak-anak, ibu hamil, maupun orang dengan imunitas lemah," ujar dia.

"Situasi post-Covid-19 atau co-infection semacam ini sudah menjadi kekhawatiran ahli di seluruh dunia. Karena itu, selalu kami sampaikan bahwa perubahan status dari pandemi ke endemi bukan berarti Covid-19 lenyap dari muka Bumi. Tapi, kita semua harus berdampingan dengan virus terus selagi prokes tetap dijalankan," kata Prof Amin.

"Kalau menemukan kasus tidak biasa, segera laporkan. Ini sebagai bentuk kewaspadaan kita demi masa depan yang lebih terkontrol," ujar Prof Asri.

Editor : Siska Permata Sari

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda