Minuman Kekinian, Boba Berikan Dampak Buruk untuk Kesehatan

Siska Permata Sari ยท Kamis, 21 November 2019 - 14:51 WIB
Minuman Kekinian, Boba Berikan Dampak Buruk untuk Kesehatan

Buba jadi minuman kekinian. (Foto: Channelnewsasia/Marcus Mark Ramos)

JAKARTA, iNews.id - Siapa yang tidak tahu minuman boba atau perpaduan teh, susu, gula merah dan bola-bola manis dari tepung tapioka? Belakangan ini, minuman asal Taiwan tersebut sangat populer di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Rasanya yang manis dan kenyal boba menjadi daya tarik tersendiri, bahkan membuat ketagihan.

Apalagi, minuman boba ini kini banyak dijumpai di lokasi-lokasi strategis, seperti mal, stasiun kereta api, stasiun MRT, hingga gedung-gedung perkantoran. Boba menjadi salah satu minuman populer yang kini banyak digemari masyarakat, umumnya kaum milenial.

Tapi, tahukah Anda bahwa minum boba dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Bahkan, keseringan mengonsumsi minuman manis ini bisa meningkatkan risiko terkena diabetes. Kok bisa?

Simak fakta-faktanya seperti dirangkum iNews.id dari berbagai sumber, Kamis (21/11/2019).

Mengandung gula yang berlebihan

Boba memiliki rasa manis yang menggigit dan enak di lidah. Tak jarang, ini yang membuat kita ketagihan. Ini karena dalam satu gelas minuman boba rata-rata mengandung sekitar 18-20 sendok teh. Jumlah ini sangat jauh dari rekomendasi World Health Organization (WHO) yang hanya merekomendasikan untuk konsumsi gula 6-10 sendok teh per hari.

The American Heart Association juga merekomendasikan membatasi asupan gula tidak lebih dari setengah dari alokasi kalori harian. Tidak lebih dari 100 kalori per hari untuk wanita (sekitar enam sendok teh) dan tidak lebih dari 150 kalori per hari untuk pria (sembilan sendok teh).

Bikin berat badan naik

Konsumsi gula berlebihan rupanya sangat mempengaruhi berat badan Anda. Menurut National Institutes of Health, orang yang mengonsumsi banyak makanan dan minuman dengan gula tambahan, cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori daripada orang yang tidak banyak mengonsumsi yang manis-manis.

Waspada diabetes dan penyakit tak menular lainnya

Memang, mengonsumsi boba tidak lantas membuat Anda terkena diabetes. Namun, perlu diingat bahwa salah satu faktor risiko diabetes adalah kelebihan berat badan dan pola makan yang tidak sehat. Salah satunya, banyak mengonsumsi makanan atau minuman yang manis-manis.

Selain itu, mempertahankan berat badan ideal dengan membatasi asupan gula sehari-hari dapat mengurangi risiko diabetes, penyakit jantung, dan masalah kesehatan terkait obesitas lainnya.

Bikin jerawatan

Tak hanya buruk untuk kesehatan secara keseluruhan, sering mengonsumsi minuman boba dapat berdampak buruk pada kulit. Pasalnya, dalam minuman ini terkandung susu dan gula yang dapat menimbulkan jerawat.

Terlebih untuk gula, memiliki indeks glikemik tinggi. Selain menghasilkan lonjakan insulin, meningkatkan sekresi androgen, peradangan dan produksi minyak yang semuanya memberikan peran penting dalam timbulnya jerawat.

Editor : Tuty Ocktaviany