Pasien Positif Terinfeksi di Indonesia Bertambah, Ini 5 Mitos dan Fakta Virus Corona

Siska Permata Sari ยท Senin, 30 Maret 2020 - 20:20 WIB
Pasien Positif Terinfeksi di Indonesia Bertambah, Ini 5 Mitos dan Fakta Virus Corona

Biasakan menjaga kesehatan agar tidak terpapar virus korona. (Foto: Ilustrasi AFP)

JAKARTA, iNews.id - Angka kasus positif virus corona (Covid-19) terus meningkat di Indonesia. Data per Senin (30/3/2020), menyebutkan pasien positif virus corona total menjadi 1.414 orang, dengan 129 kasus baru.

“Penambahan kasus positif 129 orang, total 1.414 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di Jakarta, Senin (30/3/2020).

Tak hanya angka kasus positif, pasien yang meninggal dunia juga naik menjadi 122 orang dan 75 pasien sembuh. Terlepas dari angka kasus yang terus bertambah, demikian halnya dengan informasi yang membanjir seputar virus corona. Mulai dari fakta, edukasi, pencegahan, hingga mitos-mitos yang akhirnya menjadi hoaks.

World Health Organization (WHO) membantah mitos-mitos yang ada seputar virus corona. Apa saja? Mari simak informasinya seperti dirangkum iNews.id, Senin (30/3/2020).

1. Makan es krim bisa sebabkan infeksi virus corona

Mitos pertama adalah makan es krim bisa menyebabkan infeksi virus corona. Jawaban dan fakta sebenarnya adalah tidak. Sebab, tidak ada bukti spesifik yang menjelaskan bahwa makanan beku dan es krim dapat menyebabkan Anda terinfeksi virus corona.

2. Berkumur dengan obat kumur dapat cegah virus corona

Media penularan virus corona adalah melalui droplet orang terinfeksi yang masuk dalam mulut, hidung dan mata. Hal ini menimbulkan persepsi bahwa berkumur dengan obat kumur dapat membunuh virus yang ada dalam mulut. Namun sampai saat ini, belum ada bukti bahwa menggunakan obat kumur dapat melindungi dari virus corona. Walaupun beberapa merek tertentu dapat menghilangkan jenis mikroba tertentu.

3. Virus corona menular dari gigitan nyamuk

WHO telah mengkonfirmasi bahwa penularan virus corona adalah lewat droplet atau cairan batuk atau bersin orang yang telah terinfeksi. Artinya, hingga saat ini masih belum ada bukti yang menunjukkan bahwa virus corona ditularkan melalui gigitan nyamuk.

4. Tes virus corona dengan menahan napas

Mampu menahan nafas selama 10 detik atau lebih tanpa batuk atau merasa tidak nyaman, bukan berarti Anda terbebas dari virus corona atau gangguan pernapasan lainnya. Cara satu-satunya untuk mengetahui apakah Anda positif adalah dengan mengeceknya. Adapun gejala khas virus korona adalah batuk, demam, dan sesak napas.

5. Minum alkohol dapat membunuh virus corona

Alkohol memang banyak dipakai untuk handsanitizer yang digunakan di tangan Anda demi mencegah virus corona. Begitu pula dengan sabun yang terbukti ampuh menghilangkan virus corona lewat cuci tangan dengan air mengalir selama 20 detik.

Faktanya, minum alkohol tidak dapat mencegah Anda dari virus corona. Bahkan, itu bisa berbahaya dan meningkatkan risiko masalah kesehatan lainnya.

Editor : Tuty Ocktaviany