Pemulangan WNI di Natuna Dijadwalkan 15 Februari, Ketua IDI: Pastikan Betul-Betul Sehat

Siska Permata Sari ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 18:58 WIB
Pemulangan WNI di Natuna Dijadwalkan 15 Februari, Ketua IDI: Pastikan Betul-Betul Sehat

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng M Faqih SH, MH bicara soal pemulangan WNI di Natuna. (Foto: iNews.id/Siska Permata Sari)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah pusat telah melakukan koordinasi dan menentukan waktu pelepasan peserta transit observasi serta sejumlah petugas lainnya yang berada di Natuna, Kepulauan Riau, usai observasi coronavirus disease atau COVID-19 (sebelumnya disebut 2019-nCoV). Pemulangan ratusan warga negara Indonesia (WNI) dari China serta petugas lain di Natuna tersebut dijadwalkan Sabtu 15 Februari 2020.

Hal itu merujuk aturan masa waktu efektif untuk observasi yang telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia, yakni selama 14 hari atau dua pekan.

“Telah diputuskan bahwa masa observasi akan diakhiri pada 15 Februari, Sabtu pukul 12.00. Sabtu pagi adalah pengecekan terakhir sebelum (para WNI) tersebut dipulangkan ke Jakarta,” kata Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Achmad Yurianto melalui Telekonferensi dari Natuna kepada awak media di Gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020).

Terkait kabar tersebut, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng M Faqih SH, MH, angkat suara. Menurut dia, langkah yang dilakukan pemerintah terkait pemulangan WNI dinilai sudah benar.

“Pastikan yang diobservasi itu yang nanti dipulangkan ke keluarga itu betul-betul sudah dinyatakan sehat. Sehatnya itu dari hasil observasi selama masa inkubasi. Kalau dalam rentang inkubasi itu tidak timbul sakit, itu berarti sehat,” tutur dr Daeng saat ditemui di acara terpisah kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2020).

Walaupun itu sudah sesuai prosedur, namun ada pengecualian jika ada yang menunjukkan gejala sakit.

“Kalau semasa inkubasi itu ada yang menunjukkan gejala sakit, itu harus diobservasi kemudian dipindahkan ke ruangan namanya isolasi. Diisolasi itu lalu dimonitoring, diperiksa, diswap tenggorokan, dan memastikan apakah benar sakit (positif COVID-19),” kata dia.

Seperti diketahui, total sebanyak 285 orang yang akan dipulangkan dengan 238 orang ialah WNI dari Wuhan dan sekitarnya, lalu sisanya termasuk para petugas kesehatan serta lainnya. Mereka semua diketahui berasal dari 29 provinsi di Indonesia. Ratusan WNI tersebut juga telah hampir melalui masa karantina di Natuna yakni 14 hari.


Editor : Tuty Ocktaviany