Penggunaan Produk Tembakau Alternatif Turunkan Jumlah Perokok di Inggris

Vien Dimyati ยท Senin, 17 Februari 2020 - 16:08 WIB
Penggunaan Produk Tembakau Alternatif Turunkan Jumlah Perokok di Inggris

Mengurangi rokok (Foto : signaturemarket)

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah negara maju di Eropa telah menerapkan penggunaan produk tembakau alternatif. Tujuannya untuk mengatasi permasalahan penyakit tidak menular yang salah satu faktor risikonya diakibatkan oleh rokok.

Penggunaan produk tersebut pun diatur melalui regulasi berdasarkan kajian ilmiah yang komprehensif agar tidak terjadi penyalahgunaan. Contoh faktor risiko lain yang turut berkontribusi pada penyakit tidak menular adalah pola makan tidak berimbang, kurangnya aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol.

Ahli Toksikologi dari Universitas Airlangga, Sho’im Hidayat mengatakan, sejumlah negara di Eropa, seperti Inggris, Prancis, Polandia, dan Rusia sudah memiliki regulasi khusus bagi produk tembakau alternatif. Salah satunya, seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik, yang terpisah dari rokok.

Sho’im menjelaskan Inggris sudah mengatur secara ketat penggunaan produk tembakau alternatif sejak 2015 lalu. Hasilnya positif. Kalau perokok dewasa sudah banyak yang beralih ke produk tembakau alternatif, maka risiko terkena penyakit tidak menular yang salah satunya bisa disebabkan oleh rokok juga dapat menurun.

"Oleh karena itu, sudah seharusnya Indonesia mencontoh Inggris dan menjadi pelopor di kawasan Asia Tenggara agar tujuan kesehatan masyarakat dapat tercapai,” ujar Sho'im Hidayat, dalam acara International Conference on Harm Reduction in Non-Communicable Diseases yang diselenggarakan di Paris, Prancis belum lama ini, melalui keterangan tertulis yang diterima, Senin (17/2/2020).

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kanker merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian terbesar kedua di dunia dan bertanggung jawab atas sekitar 9,6 juta kematian pada 2018.

Secara global, sekitar satu dari enam kematian disebabkan oleh kanker. Penggunaan tembakau yang dibakar yang menghasilkan lebih dari 7.000 zat kimia berbahaya dan berpotensi berbahaya adalah faktor risiko tertinggi dan bertanggung jawab atas sekitar 22 persen kematian akibat kanker.

Dr. Peter Harper, Mantan Kepala Onkologi di Guys Kings and St Thomas Hospital, dalam paparannya yang mengacu dari laporan Public Health England Februari 2019, menjelaskan penggunaan produk tembakau alternatif di Inggris menimbulkan risiko kesehatan yang jauh lebih rendah daripada penggunaan rokok.

Dengan beralih sepenuhnya ke produk tembakau alternatif, menurut Harper, perokok dewasa akan mendapatkan manfaat kesehatan yang substansial. Laporan ini sekaligus menguatkan laporan Public Health England sebelumnya yang menyatakan, rokok elektronik 95 persen lebih tidak berbahaya bagi kesehatan dibandingkan rokok, serta berpotensi membantu perokok untuk berhenti.

“Penggunaan produk tembakau alternatif dengan didampingi terapi dukungan perilaku berhenti merokok dikaitkan dengan peningkatan tingkat keberhasilan perokok untuk berhenti merokok selama setahun. Produk tembakau alternatif setidaknya dapat berkontribusi terhadap 20.000 keberhasilan perokok untuk berhenti merokok per tahunnya dan mungkin lebih banyak lagi,” kata Harper.

Dengan adanya regulasi, angka penyalahgunaan rokok elektrik pada anak di bawah umur di Inggris juga menjadi rendah. Harper mengungkapkan penggunaan rokok elektrik secara reguler oleh anak muda, dari rentang usia 11 hingga 18 tahun, tetap rendah sekitar 1,7 persen.

Adapun proposi penggunaan rokok elektrik terhadap mereka yang belum pernah mengonsumsi rokok sebelumnya juga rendah, yakni 0,2 persen pada usia 11-18 tahun.

Profesor David Khayat, Ahli Onkologi dari Prancis menambahkan, semua pihak harus mendorong penggunaan produk tembakau alternatif sebagai bagian dari konsep pengurangan risiko dari tembakau.

“Sebagai ahli kanker, saya mendorong pasien yang perokok untuk berhenti merokok. Tapi, jika tidak bisa, saya harus menawarkan mereka alternatif. Kita perlu mendukung pasien yang gagal dengan metode lain,” ujarnya.

Apabila tidak diberikan solusi alternatif, menurut Khayat, para perokok dewasa akan terus mengonsumsi rokok, meskipun mereka sebenarnya tahu bahwa produk tersebut berbahaya bagi kesehatan. Penggunaan produk tembakau alternatif sama halnya seperti memakai sabuk pengaman untuk meminimalisasi bahaya yang ditimbulkan jika terjadi kecelakaan pada kendaraan.

“Teknologi telah memberikan kami alat untuk melakukannya, mengapa kita menolak untuk melakukannya dengan tembakau? Kami ingin memberantas kanker dan pasien tetap hidup. Alternatif hari ini adalah produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik,” tutur Khayat.


Editor : Vien Dimyati