Resmi Launching Februari 2019, Kemenkes Gelar Sosialisasi Aplikasi GERMAS PAS

Shinta Syakilla Hidayat ยท Selasa, 17 September 2019 - 18:30 WIB
Resmi Launching Februari 2019, Kemenkes Gelar Sosialisasi Aplikasi GERMAS PAS

Kemenkes gelar sosialisasiaAplikasi GERMAS PAS. (Foto: iNews.id/Shinta).

JAKARTA, iNews.id - Resmi diluncurkan oleh Menteri Kesehatan pada Rakerkesnas Kementerian Kesehatan sejak 11 Februari 2019 lalu, aplikasi Gerakan Masyarakat Pangan Aman dan Sehat (GERMAS PAS) masih dalam tahap proses pengembangan. Karena hingga bulan September 2019 ini, persentase restoran yang sudah memperoleh sertifikat laik higiene baru mencapai 25%.

Menurut penjelasan dr. Kirana Pritasari, MQIH selaku Direktur Jendral Kesehatan Masyarakat memaparkan bahwa kurang lebih dari 147.000 jumlah pengelola pangan yang terdata, sejauh ini baru terdaftar 56.000 pengelola dan 42.000 yang sudah memenuhi syarat. Tetapi beliau tak putus harapan dan akan mengerahkan tenaga kesehatan terkait.

"Ya secara bertahap nanti setiap dinas kesehatan kabupaten dan kota harus menegaskan puskesmas, karena yang memeriksa kan harus ada tim dari puskesmas, nanti juga akan bekerjasama denga lab daerah dan lain sebagainya untuk bisa memeriksa," kata dr. Kirana Pritasari, MQIH saat akan menghadiri workshop sosialisasi aplikasi GERMAS PAS di Hotel Holiday Inn, Jakarta Pusat, Selasa (17/09/2019).

Guna meningkatkan kesadaran pengelola pangan untuk membuat sertifikasi laik higiene, Kemenkes RI diwakili oleh Direktur Jendral Kesehatan Masyarakat bersama Direktur Jendral Kesehatan Lingkungan dan Ditjen Kesehatan Masyarakat telah menyelenggarakan workshop sosialisasi aplikasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Pangan Aman Sehat (GERMAS PAS) yang ditujukan kepada seluruh pengelola makan/restoran, jasa boga, dan Depot Air Minum (DAM). Kegiatan tersebut bertujuan agar para pengelola menyadari pentingnya sertifikat laik higiene bagi restoran atau usaha pangan mereka.

Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Pangan sendiri merupakan sebuah program jaminan keamanan pangan yang diberikan oleh pengusaha pangan siap saji kepada konsumen atau masyarakat yang mana kebijakannya telah diatur oleh Menteri Kesehatan.

Menanggapi hal terkait keuntungan adanya sertifikasi laik higiene, dr. Imran Agus Nurali, Sp. KO, selaku Direktur Jendral Kesehatan Masyarakat bersama Direktur Jendral Kesehatan Lingkungan dan Ditjen Kesehatan Masyarakat mengaku bahwa aplikasi GERMAS PAS dapat menguntungkan pihak pengelola pangan karena adanya promosi berupa iklan.

"Dari sisi regulasi kan sudah ada ya peraturan dan kewajibannya, terkait mereka harus memiliki standar kesehatan dengan kementrian kesehatan, tapi itu dia dengan adanya aplikasi tadi, mereka akan saling membutuhkan ya, memang diwajibkan tapi nanti di aplikasi akan diiklankan olahan pangan mereka ya jadi ada promosinya juga lah," ujar dr. Imran Agus Nurali, Sp. KO


Editor : Adhityo Fajar