Sadari, Kunci Mencegah dan Deteksi Dini Kanker Payudara

Rizki Maulana ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 21:57 WIB
Sadari, Kunci Mencegah dan Deteksi Dini Kanker Payudara

Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Hetty Andika Perkasa, membuka webinar bertajuk "Menjaga Kesehatan Payudara"di Jakarta, Rabu (24/6/2020). (Foto: Dispenad).

JAKARTA, iNews.id – Kesehatan tubuh menjadi aset yang tak ternilai harganya. Tubuh sehat dan bugar akan menghindarkan dari berbagai penyakit. Tak terkecuali kesehatan payudara, menjadi hal yang perlu diperhatikan terutama bagi perempuan.

Ketua Umum Persit Kartika Chandara Kirana, Hetty Andika Perkasa, menuturkan, menjaga kesehatan payudara dapat dilakukan dengan cara Sadari atau Periksa Payudara Sendiri. Langkah ini menjadi upaya deteksi dini bagi bagi diri sendiri maupun keluarga.

“Mencegah dan waspada sejak dini merupakan upaya yang terbaik, apalagi terhadap penyakit kanker payudara yang sampai saat ini menjadi salah satu penyakit paling mematikan bagi kaum wanita di seluruh dunia,” kata Hetty saat membuka webinar bertajuk “Menjaga Kesehatan Payudara”, Rabu (24/6/2020).

Webinar yang diselenggarakan Persit Kartika Chandra Kirana ini menghadirkan narasumber dokter spesialis bedah onkologi, Kolonel Ckm dr Agus Sutarman Sp (B) Onk. Acara berlangsung di Ruang Puskodal Mabesad, Jakarta Pusat.

Kegiatan penyuluhan secara virtual ini diikuti oleh para Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan, Daerah dan Cabang BS seluruh Indonesia serta anggota Persit Kartika Chandra Kirana.

Hetty menuturkan, gangguan pada payudara bisa terjadi karena faktor genetik. Namun, pilihan gaya hidup juga berpengaruh besar terhadap kondisi kesehatan kita, termasuk payudara kita.

Dia pun mengajak kepada seluruh anggota Persit agar membiasakan diri untuk menerapkan pola hidup sehat, apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

“Saya tidak bosan-bosannya mengajak kita semua, para anggota Persit, serta kaum wanita di sekitar kita, agar membiasakan diri untuk menerapkan pola hidup sehat, dengan mengonsumsi makanan sehat, berolahraga dan membiasakan berpikir positif menghadapi berbagai kesulitan,” kata istri KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa ini.

Sementara itu Kolonel Ckm dr Agus Sutarman menuturkan, metode Sadari sebagai cara paling mudah untuk mencegah atau mendeteksi secara diri kesehatan payudara. Sadari paling tepat di lakukan 7-10 hari setelah haid terakhir.

"Karena pada saat itu hormon-hormon dalam tubuh wanita sudah normal kembali sehingga mudah mendeteksi apabila ada kelainan," ucapnya.

Kendati demikian, Agus menekankan, ada faktor-faktor risiko yang membuat wanita lebih rentan terhadap kanker payudara. Faktor tersebut antara lain muncul dari hormonal seperti KB suntik, ibu-ibu menopause dan faktor keturunan. Sedangkan faktor nonhormonal muncul dari pengaruh radiasi.

“Faktor hormonal paling sering terjadi. Ini akibat dari pola makan yang tidak sehat dan kurangnya berolahraga dan stress,” ucapnya.

Webinar disambut antusias para peserta. Selama kegiatan berlangsung, para partisipasan terlihat begitu bersemangat. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada narasumber.

Editor : Zen Teguh