Tak Perlu ke Luar Negeri, Kini Sudah Ada Obat Kanker Halal Pertama di Indonesia

Vien Dimyati ยท Jumat, 12 Juli 2019 - 14:58 WIB
Tak Perlu ke Luar Negeri, Kini Sudah Ada Obat Kanker Halal Pertama di Indonesia

Obat kanker halal pertama sudah ada di Indonesia (Foto : Msn)

CIKARANG, iNews.id - Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh dapat menyebabkan kanker.

Tidak sedikit dari pasien kanker yang pergi ke luar negeri untuk berobat. Bahkan, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan, sampai saat ini, setidaknya Rp2,5 triliun sudah dihabiskan untuk menangani penyakit kanker.

Menurut Menkes Nila, sebelum 2013, Jaminan Kesehatan Nasional belum digunakan, belum diketahui pembiayaan negara pada saat itu. Meski begitu, dari tahun ke tahun pembiayaan meningkat dan berakhir di angka kisaran Rp2,5 triliun.

"Kanker termasuk jenis penyakit katastropik. Paling tinggi jantung, gagal ginjal, kanker, dan diabetes," kata Nila F Moeloek usai meresmikan pabrik obat onkologi CKD Otto Pharmaceutical di Cikarang, Jawa Barat, belum lama ini.

Memang banyak pasien kanker yang berobat ke luar negeri. Kini, mereka tidak harus ke luar negeri. Sebab, di Tanah Air, sudah berdiri pabrik obat kanker berlabel halal pertama di Indonesia.

Chong Kun Dang Pharmaceutical Corp (CKD Pharma) merupakan salah satu perusahaan farmasi terdepan di Korea Selatan. Perusahaan ini memiliki kekuatan penjualan baik secara domestik maupun di seluruh dunia. Melalui slogan 'Better Life Through Better Medicine', CKD Pharma berkomitmen memberikan akses bagi pasien untuk mendapatkan obat yang berkualitas tinggi.

CKD Pharma menggandeng OTTO Pharmaceutical, anak usaha dari MENSA Group sebagai partner lokal di Indonesia. OTTO Pharma merupakan perusahaan farmasi lokal dan salah satu yang terbesar di Indonesia.

CKD OTTO Pharma fokus kepada produk obat onkologi berupa injeksi dalam bentuk cair dan bubuk. CKD OTTO Pharma telah mendapatkan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada September 2018.

Di tahun yang sama, CKD OTTO Pharma memeroleh sertifikat manufaktur untuk obat-obatan dari Kementerian Kesehatan RI. "Terlebih lagi, pada Februari 2019, CKD OTTO Pharma telah menerima sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menjadikan kami perusahaan farmasi pertama untuk produk onkologi dengan sertifikasi halal di Indonesia," kata Baik In Hyun selaku Presiden Direktur PT CKD OTTO Pharma.

Pada 2016, CKD OTTO Pharma membangun fasilitas produksi sediaan onkologi di Cikarang, Jawa Barat dan diresmikan pada 9 Juli 2019 oleh Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.

Peresmian tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Chang Beom Kim, Kepala Badan POM, Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP, Chairman CKD Pharma, Jang Han Rhee, CEO Mensa Group, Jimmy Sudharta serta jajaran Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan direksi PT CKD OTTO Pharma.

Fasilitas baru ini telah memenuhi pedoman EU-GMP (standarisasi eropa) dan memiliki kapasitas produksi tahunan 1,6 juta vial, terdiri dua lantai seluas 12.588 meter persegi dengan total investasi sebesar USD30 juta.

Fasilitas ini menggunakan sistem produksi dan manajemen dari Chong Kun Dang termasuk untuk obat anti-kanker utama yang diproduksi oleh Chong Kun Dang, seperti Oxaliplatin, Gemcitabine, dan Docetaxel juga akan diproduksi dan didistribusikan secara lokal.

"CKD OTTO Pharma menargetkan untuk menguasai 30% pangsa pasar obat anti kanker di Indonesia dalam lima tahun ke depan dan menjadikan fasilitas di Indonesia sebagai basis produksi untuk target pasar di Timur Tengah & Afrika Utara (MENA) serta Eropa termasuk sepuluh negara ASEAN," ujar Baik In Hyun.

Saat ini, Indonesia adalah negara dengan populasi terpadat keempat di dunia dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa. Pangsa pasar farmasi Indonesia mencapai sekitar 7,9 triliun Won (USD 7,2 miliar) pada 2018 dan diperkirakan akan mencapai sekitar 13 triliun Won (USD 11,9) pada 2023.

Editor : Vien Dimyati