Ternyata, Ini Penyebab Terjadinya Stres pada Caleg Usai Pemilu

Siska Permata Sari ยท Minggu, 21 April 2019 - 14:37 WIB
Ternyata, Ini Penyebab Terjadinya Stres pada Caleg Usai Pemilu

Stres bisa menimpa siapa saja, termasuk para caleg yang menerima kekalahan. (Foto: Spectator Health)

JAKARTA, iNews.id – Pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) memang telah selesai. Namun, ada fenomena stres yang umumnya terjadi pada calon legislatif (caleg) yang belum berhasil meraup suara dan menerima kekalahan.

Melihat fenomena ini, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan RI, dr Fidiansjah mengatakan, penyebab stres yang terjadi pada setiap individu tidak bisa diprediksi.

Dia menjelaskan, ketika daya tahan seseorang rapuh, konsep dalam diri terjadi suatu gejolak antara cita-cita dan harapan, lalu realitas yang tidak terpenuhi.

"Orang-orang yang rapuh menghadapi antara realitas dengan kenyataan bukan hanya pada Pemilu, tapi terjadi di semua kondisi. Untuk itu, prinsipnya di dalam penyeleksian pasti mengalami kemenangan atau kegagalan. Maka kesiapan menerima kenyataan karena tidak sesuai yang diharapkan harus bisa menerima. Prinsip pertamanya itu siap kalah dan menang," kata dr Fidi, seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (21/4/2019).

Ketika ada keinginan untuk menjadi caleg, kata dr Fidi, harus ada surat keterangan kesehatan, termasuk kejiwaan. Sebab terjadinya stres setelah Pemilu dianggap sebagai sebuah kejadian yang tidak biasa atau diibaratkan seperti stres karena bencana alam yang tidak dapat diprediksi.

Artinya, sambung dia, kejadian tidak lazim termasuk stres setelah Pemilu sama dengan pascabencana.

"Ini sebuah situasi yang diketahui banyak pihak sebagai sesuatu seperti kejadian yang tidak biasa atau bencana. Ini (Pemilu) adalah proses persaingan dan gangguan jiwa itu bisa terjadi dari ringan sampai tingkat berat," kata dia.

Dia mengatakan, sektor kesehatan harus tetap siaga untuk melayani masalah-masalah yang berhubungan dengan kesehatan jiwa setelah Pemilu serentak ini. Dia memastikan semua rumah sakit sudah diberikan arahan untuk menyiapkan, bahkan mencoba untuk melakukan pengumpulan data berkaitan dengan gangguan kesehatan jiwa setelah Pemilu ini.

"Pada dasarnya, rumah sakit seperti rumah sakit jiwa, siap dengan kejadian yang tidak biasa ini. Tapi yang langsung melakukan sebuah penyesuaian, misalnya rumah sakit umum, Puskesmas, semuanya diberdayakan," ucapnya.


Editor : Tuty Ocktaviany