Vaksin, 3M dan Hidup Sehat: Jurus Menyelesaikan Pandemi Covid-19

Siska Permata Sari, Rizqa Leony Putri · Rabu, 02 Desember 2020 - 22:12:00 WIB
Vaksin, 3M dan Hidup Sehat: Jurus Menyelesaikan Pandemi Covid-19
Vaksin, 3M dan hidup sehat bisa atasi pandemi Covid-19. (Foto: BNPB)

JAKARTA, iNews.id - Pandemi Covid-19 membawa dampak multidimensi bagi masyarakat, tidak hanya bagi kesehatan namun juga berdampak bagi ekonomi dan sosial. Intervensi pemerintah terhadap kesehatan masyarakat memiliki tujuan agar warga negaranya tetap sehat dan tetap produktif.

Oleh karena itu, masyarakat perlu menyadari bahwa kesehatan adalah aset terpenting bagi mereka dan merupakan investasi masa depan, sehingga upaya-upaya pencegahan menjadi relevan dengan kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan program pemerintah.

“Apabila terjadi peristiwa global public health seperti pandemi Covid-19 ini, tentu ada permasalahan yang harus diantisipasi oleh sebuah negara hingga ke tatanan individu. Karena permasalahan ini menimbulkan berbagai efek, pertama tentu kita berhadapan dengan masalah kesehatan, kedua perekonomian sudah mulai terdampak, saya lihat keamanan juga sudah mulai terganggu,” tutur  dr. H. Mohammad Subuh MPPM, Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan Kementerian Kesehatan dalam Dialog Produktif bertema Pencegahan dan Pengobatan yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (1/12/2020).

Dari kacamata ekonomi, pandemi Covid-19 harus dikendalikan karena sumber daya di bidang kesehatan maupun anggaran pemerintah juga terbatas. Oleh karena itu, upaya menyehatkan masyarakat pun harus diprioritaskan.

“Saya kira pemerintah kita sudah all out, dari sektor kesehatan dananya begitu besar, stimulus perekonomian juga dananya besar. Tujuannya satu, ingin menyehatkan individu karena kalau individu sehat, akan membuat produktivitas meningkat, sehingga pendapatan individu meningkat, dan berdampak pendapatan negara juga ikut meningkat. Jadi dengan melindungi kesehatan kita juga melindungi negara,” ucap dr. Subuh.

Perawatan pasien Covid-19 diketahui menelan biaya yang besar, rata-rata Rp184 juta per orang. Perawatan yang mahal ini karena memerlukan perawatan secara khusus.

“Kalau memerlukan perawatan misalnya ICU itu satu hari Rp15 juta, apalagi menggunakan ventilator. Kemudian apabila ada penyakit penyerta, ditambah lagi rata-ratanya menjadi Rp17 juta per hari. Kondisi inilah yang harus dihindari, semua biaya saat ini tanggung jawab negara. Namun, kita ada batasnya yang tadi saya sebut sumber dayanya terbatas. Oleh karena itu, sumber daya yang ada ini kita optimalkan dengan upaya-upaya pencegahan,” kata dr. Subuh.

Pada ilmu ekonomi kesehatan dikenal istilah externality dan vaksin termasuk dalam externality positif. “Nilai externality pada vaksin ini sangat besar sekali, karena saat kita menerima vaksin, tidak hanya melindungi diri sendiri tapi juga orang lain. Analoginya seperti faktor externality yang ada pada lampu jalan, ketika terpasang pencahayaan di jalan, kejahatan menurun dan kecelakaan jadi terhindarkan, itu contoh externality di luar bidang kesehatan. Dalam bidang kesehatan, faktor externality positif adalah upaya-upaya pencegahan yang kita lakukan dan yang salah satunya dalam bidang kesehatan disebut perlindungan spesifik adalah imunisasi,” tutur dr. Subuh.

Editor : Tuty Ocktaviany