Waspada, Daging Merah Olahan dan Alkohol Bisa Picu Kanker

Siska Permata Sari ยท Senin, 15 April 2019 - 21:48 WIB
Waspada, Daging Merah Olahan dan Alkohol Bisa Picu Kanker

Ternyata daging merah olahan bisa menyebabkan kanker. (Foto: Diet Doctor)

JAKARTA, iNews.id - Kita tahu jika kanker merupakan penyakit tak menular yang dapat menyebabkan kematian di dunia, termasuk Indonesia. Bahkan berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevelensi penderita kanker di Indonesia mencapai 1,4 per 1.000 penduduk.

Meski kanker disebabkan adanya sel atau jaringan abnormal, tetapi ada beberapa faktor risiko yang mempercepat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Salah satunya adalah makanan atau minuman yang bersifat karsinogenik.

"Sederhananya, karsinogen adalah sesuatu yang menyebabkan kanker," kata juru bicara Cancer Council NSW dan manajer program nutrisi Clare Hughes, seperti dikutip dari Huffington Post, Senin (15/4/2019).

Tak hanya makanan, dia juga mengatakan, karsinogen juga terdapat di tembakau, bahan kimia, radiasi UV hingga virus tertentu. "Makanan karsinogenik dengan bukti terbesar adalah alkohol, daging olahan, dan daging merah," ujarnya.

Lalu, makanan dan minuman apa saja yang memiliki sifat karsinogenik?

Alkohol

Alkohol diklasifikasikan sebagai 'Karsinogen Kelompok 1' yang berarti bahwa alkohol dapat dikaitkan dengan kanker sangat kuat. Alasan mengapa alkohol dikaitkan dengan kanker karena dapat merusak lapisan mulut dan tenggorokan, menyebabkan kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, payudara, hati, perut dan usus.

Daging Merah Olahan

Organisasi Kesehatan Dunia telah mengklasifikasikan daging olahan termasuk ham, salami, sosis, dan hot dog sebagai 'Karsinogen Kelompok 1', yang berarti ada bukti kuat bahwa daging olahan terkait dengan kanker. Alasan mengapa daging merah dan daging olahan bersifat karsinogenik karena bahan kimia yang dikandungnya.

"Penelitian saat ini menunjukkan bahwa ada bahan kimia tertentu dalam daging merah dan olahan, baik yang ditambahkan maupun yang terjadi secara alami, yang menyebabkan makanan ini bersifat karsinogenik," ucap Hughes.


Editor : Tuty Ocktaviany