Waspada Diabetes Melitus pada Anak, Ini Faktor Risikonya

Siska Permata Sari ยท Rabu, 31 Oktober 2018 - 20:50 WIB
Waspada Diabetes Melitus pada Anak, Ini Faktor Risikonya

Cek kesehatan anak. (Foto: Gmtp)

JAKARTA, iNews.id - Diabetes melitus (DM) sering diketahui merupakan penyakit tak menular yang menyerang orang dewasa yang diakibatkan oleh gaya hidup, serta pola makan. Tetapi tahukah jika diabetes melitus juga diderita oleh anak-anak di usia 0-18 tahun?

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Aman Bhakti Pulungan memaparkan data yang mengejutkan. Dia mengatakan, angka kejadian diabetes melitus pada anak mengalami peningkatan sebesar 700 persen selama 10 tahun.

Peningkatan tersebut, kata dia, diduga kuat karena kurangnya kesadaran masyarakat jika anak-anak itu bisa terkena diabetes. 

"Masalahnya, banyak orang yang tidak tahu kalau anak bisa terkena diabetes," tutur Aman saat Media Briefing Hari Diabetes Sedunia di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (31/10/2018).

Ada dua tipe diabetes yang diidap oleh anak-anak di dunia, termasuk Indonesia. Yaitu diabetes melitus tipe 1 yang disebabkan oleh pankreas yang tidak memproduksi cukup insulin, serta diabetes melitus tipe 2 karena gangguan kerja insulin dan terdapat kerusakan pada sel pankreas.

Aman mengatakan, dari seluruh jumlah anak yang mengalami diabetes, 80 persen di antaranya mengalami diabetes melitus tipe 1. "DM tipe 1 itu (disebabkan) sistem autoimun, bukan turunan. Sekarang ini, kita sedang berusaha mencari, (apakah itu) infeksi virus," kata dia.

Dia mengatakan, meskipun diabetes melitus tipe 1 belum diketahui pasti penyebabnya, namun interaksi dari banyak faktor seperti kecenderungan genetik, faktor lingkungan, sistem imun, dan sel pada pankreas yang masing-masing perannya belum diketahui secara lebih jelas terhadap DM tipe 1.

Sementara itu, untuk diabetes melitus tipe 2 sangat erat kaitannya dengan gaya hidup anak yang tak sehat. Misalnya, berat badan berlebih atau obesitas, kurang aktivitas fisik, hipertensi, dan pola makan yang tak seimbang.

Namun, walaupun secara persentase lebih kecil dibandingkan angka anak penderita diabetes melitus tipe 1, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan, angka kejadian risiko diabetes melitus tipe 2 pada anak mencapai 18,8 persen di usia 5-12 tahun.


Editor : Tuty Ocktaviany