Waspada, Infeksi pada Saluran Cerna dan Napas Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Siska Permata Sari ยท Senin, 20 Juli 2020 - 16:07 WIB
Waspada, Infeksi pada Saluran Cerna dan Napas Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Konsumsi makanan sehat bantu tumbuh kembang anak dengan baik. (Foto: Boldsky)

JAKARTA, iNews.id - Anak-anak terutama balita yang berusia 0-5 tahun merupakan golongan yang paling rentan terhadap bermacam-macam infeksi. Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, infeksi dan malnutrisi masih umum ditemui di Indonesia.

Penyakit umum dialami anak-anak umumnya adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan gastroenteritis akut (diare). Prevalensi anak usia satu hingga empat tahun yang mengalami ISPA adalah 13,7 persen dan diare sebesar 12,8 persen.

Kedua infeksi tersebut banyak diderita oleh anak usia di bawah lima tahun dan menjadi  penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di golongan usia tersebut.

Namun jangan khawatir, sebab hal ini dapat dicegah dengan mendukung buah hati yang memiliki daya tahan tubuh baik agar lebih kuat melawan infeksi, virus, dan kuman di sekitarnya.

“Sistem imunitas dibentuk sejak awal kehidupan dan akan berkembang menjadi lebih kuat dan lebih kompleks seiring dengan pertambahan usia anak. Di sinilah peran orangtua untuk memastikan agar perkembangan imunitas optimal,” kata Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastroenterologi DR dr Ariani Dewi Widodo, SpA(K) dalam webinar ‘Nutrisi untuk Imunitas, Kunci Tumbuh Kembang Optimal’, Senin (20/7/2020).

Dia mengungkapkan, sistem imun yang terjaga menjadi bekal tubuh anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Oleh karena itu, nutrisi sangat berperan penting dalam memperkuat sistem imun anak sekaligus mencegah infeksi karena berbagai penyebab.

“Penyebab anak rentan terkena gangguan penyakit infeksi seperti ISPA dan diare salah satunya karena sel-sel usus pada anak masih renggang, mengakibatkan apabila ada kuman atau alergen akan mudah masuk melalui sel-sel tersebut. Selain itu, mikrobioma pada saluran cerna tidak berkembang dengan baik,” ujarnya.

Bakteri pada mikrobioma sendiri memiliki peran terhadap imunitas, nutrisi, dan perlindungan terhadap bakteri patogen. Dalam tubuh manusia, terdapat sekitar 10-100 triliun mikrobioma dengan jumlah paling banyak terdapat di usus.

Mikrobioma merupakan seluruh ekosistem mikroba yang ada di dalam sebuah organ. Mikrobiota usus, bakteri baik bifidobacteria, berperan penting untuk mendukung sistem imun dengan memproduksi antibodi, mengontrol peradangan, mengencangkan sambungan usus dan mendorong toleransi terhadap makanan.

“Kesehatan saluran cerna itu penting, sebab mikrobiota saluran cerna seimbang, sehingga dapat membentuk sistem imun yang baik,” tuturnya.

Editor : Tuty Ocktaviany