Anggun Jadi Juri Indonesia Pertama di The Masked Singer Prancis

Okezone ยท Minggu, 14 Juli 2019 - 07:38 WIB
Anggun Jadi Juri Indonesia Pertama di The Masked Singer Prancis

Anggun jadi juri The Masked Singer Prancis. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id – Popularitas Anggun C Sasmi di kancah internasional semakin melambung tinggi. Setelah sukses menjadi juri Asia’s Got Talent, kini pelantun Mimpi itu kembali menjadi juri ajang The Masked Singer di televisi Prancis.

Kemampuan Anggun dalam bidang musik memang tak perlu diragukan lagi. Di usia belia, perempuan berdarah Jawa ini telah menelurkan karya hitsnya sepanjang masa, Tua Tua Keladi hingga akhirnya go international.

Prancis menjadi rumah kedua bagi Anggun setelah Indonesia. Saat dirinya bergabung menjadi juri di acara musik televisi Prancis, tidak mengherankan jika perempuan 45 tahun ini termasuk yang mumpuni.

“Saya sangat bersemangat untuk menjadi juri dari acara yang sukses di Amerika dan kini hadir di Eropa. Setelah Asia’s Got Talent di 19 negara, saya pun semakin menyukai keterlibatan sebagai juri,” kata Anggun dalam pernyataan tertulisnya, dikutip dari Okezone, Minggu (14/7/2019).

Anggun mengatakan, hadirnya program The Masked Singer turut membuka peluang bagi talenta bermusik siapa pun mereka dan dari mana asalnya. Perempuan 45 tahun ini mengatakan, tidak menutup kemungkinan bakat-bakat baru lahir dari benua Asia sendiri.

“Saya bangga membuka jalan bagi lebih banyak seniman Asia yang akan dating,” kata Anggun.

Untuk diketahui, The Masked Singer awalnya dikembangkan di Asia dan kini telah merambah Amerika Serikat. Sementara Anggun menjadi artis wanita pertama yang terlibat dalam penggarapan acara The Masked Singer yang tayang di Prancis ini.

Namun, program The Masked Singer bukan satu-satunya proyek yang dijalankan Anggun di Prancis. Dia akan terlibat dalam penggarapan serial televisi di negara tersebut.

Di sela-sela kesibukannya, Anggun tengah berlatih untuk film televisi internasional pertama itu. Rencananya, proses syuting sendiri berlangsung pada musim gugur ini.


Editor : Tuty Ocktaviany