Mengenal Sidang Isbat yang Digelar Besok untuk Menetapkan Awal Ramadan 2021

Kastolani, Sucipto ยท Minggu, 11 April 2021 - 20:09:00 WIB
Mengenal Sidang Isbat yang Digelar Besok untuk Menetapkan Awal Ramadan 2021
kemenag akan menggelar sidang isbat untuk menetaapkan awal Ramadhan setelah terlebih dulu menerima laporan pantauan hilal atau rukyatul hilal. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan 1 Ramadan 1442 Hijriah atau 2021, Senin, 12 April 2021. Sidang isbat rutin dilaksanakan Kemenag untuk menentukan awal bulan hijriah di antaranya Ramadan, Syawal dan Dzulhijah. 

Sidang isbat ini merupakan implementasi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 2 Tahun 2004.

Fatwa MUI tersebut menyatakan penetapan awal Ramadan,Syawal dan  Dzulhijjah itu menjadi wewenang kementerian agama dengan menggunakan dua metode. Yakni metode hisab dan rukyat. 

Kedua metode tersebut tidak semestinya dipertentangkan. Sebaliknya, dua metode tersebut bersifat saling melengkapi dan saling menyempurnakan.

Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sirril Wafa, sidang isbat merupakan pertemuan yang dilakukan pemerintah bersama ahli-ahli falakiyah hingga astronomi untuk menetapkan awal bulan berkaitan dengan ibadah.

"Seperti awal Ramadhan, Syawal, dan Zhulhijah guna memberi kepastian kapan jatuhnya awal puasa Ramadhan, dan kapan berhari raya Idul Fitri dan Idul Adha, kepada rakyat khususnya yang beragama Islam," ungkapnya dikutip dari Okezone.

Kemudian sidang isbat berfungsi agar kaum Muslimin bisa melaksanakan ibadah sesuai waktunya. "Seperti yang dijelaskan tadi yaitu memberi kepastian akan jatuhnya puasa Ramadhan, merayakan Idul Fitri dan Idul Adha. Mengingat pada kalender yang beredar di masyarakat, boleh jadi bisa berbeda-beda karena beda pemahaman fikih yang dianut," katanya. 

Karena itu, lanjut KH Sirril, sidang isbat penting dilakukan pemerintah untuk menengahi perbedaan, terutama dalam pandangan masing-masing fikih yang diikuti.

Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengatakan, isbat awal Ramadhan dilaksanakan 12 April, bertepatan 29 Syaban 1442 H. 

Menurutnya, karena masih pandemi, sidang isbat akan digelar secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan). Sidang akan dihadiri Komisi VIII DPR, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama; dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama. 

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2