Hikmah

Niat I'tikaf di Masjid, Syarat dan Tata Cara serta Keutamaannya

Kastolani · Selasa, 04 Mei 2021 - 01:30:00 WIB
Niat I'tikaf di Masjid, Syarat dan Tata Cara serta Keutamaannya
Muslim disunnahkan melakukan i'tikaf di masjid di 10 hari terakhir Bulan Ramadhan. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Niat I'tikaf di Masjid harus ditanamkan Muslim dalam hati agar ibadah yang dilakoni semakin mantap dan mendapat pahala. 

I'tikaf di 10 hari terakhir Bulan Ramadhan sangat dianjurkan agar dapat meraih keutamaan dan kemuliaan malam Lailatul Qadar. I’tikaf adalah berdiam di dalam masjid dengan tata cara tertentu dan disertai niat.

Direktur Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat menjelaskan, fungsi dari niat  beri’tikaf ini antara lain untuk menegaskan spesifikasi ibadah i’tikaf dari sekedar duduk ngobrol di masjid.

"Orang yang sekadar duduk menghabiskan waktu di masjid, statusnya berbeda dengan orang yang niatnya mau beri’tikaf. Meski keduanya sama-sama duduk untuk mengobrol. Yang satu mendapat pahala i’tikaf, yang satunya tidak mendapat pahala i’tikaf," katanya dikutip iNews.id, Senin (3/5/2021).

Fungsi lain dari niat ketika beri’tikaf juga menegaskan hukum i’tikaf itu, apakah termasuk i’tikaf yang wajib seperti karena sebelumnya sempat bernadzar, ataukah i’tikaf yang hukumnya sunnah.

Nabi SAW melakukan i’tikaf, khususnya di bulan Ramadhan. Bahkan Nabi SAW menganjurkan para shahabat untuk ikut beri’tikaf bersama Rasulullah SAW di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan Siti Aisyah radhiallahu 'anha disebutkan bahwa Nabi SAW selalu beri'tikaf di 10 terakhir Bulan Ramadhan.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ

‘Aisyah ra bercerita bahwa: “Nabi saw (selalu) beri’tikaf di sepuluh terakhir bulan Ramadhan sampai Allah SWT mewafatkan beliau” (HR Bukhori & Muslim).

Seluruh ulama sepakat bahwa secara hukum asal, ibadah i’tikaf itu hukumnya sunnah. Dan bisa berubah menjadi wajib, manakala seseorang bernadzar untuk melakukannya.

Editor : Kastolani Marzuki