Kenali 3 Masalah Remaja Indonesia dan Solusinya

Siska Permata Sari ยท Rabu, 16 Mei 2018 - 16:23 WIB
Kenali 3 Masalah Remaja Indonesia dan Solusinya

Biasakan cek kesehatan dengan rutin. (Foto: Shutterstock)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek menekankan lagi betapa pentingnya kesehatan bagi remaja Indonesia. Sebab, momen remaja merupakan fase paling penting bagi pertumbuhan.

Selain itu, remaja merupakan agen perubahan bangsa. Sehingga menjaga kesehatan sejak dini, mampu mencegah para remaja terkena penyakit tak menular ke depannya.

Namun, remaja kadangkala memiliki permasalahan yang kompleks. Mulai dari soal prestasi di sekolah, masalah pubertas, masalah romansa seperti menyukai lawan jenis, bersosialisasi hingga masalah kesehatan.

Ada tiga masalah kesehatan yang kerap dihadapi remaja Indonesia. Apa saja? Yuk, simak fakta-faktanya seperti dirangkum iNews.id, Rabu (16/5/2018).

Anemia

Anemia merupakan kondisi ketika jumlah sel darah merah atau kandungan hemoglobin dalam darah berkurang. Hal ini menyebabkan remaja mengalami kelelahan yang ekstrem dalam beraktivitas sehari-hari. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, sebanyak 12 persen remaja laki-laki dan 23 persen remaja perempuan mengalami anemia dan defisiensi besi atau kekurangan zat besi.

Terjadinya anemia pada remaja tersebut disebabkan oleh masalah gizi mikronutrien, di mana remaja kekurangan asupan gizi yang cukup terutama zat besi. Tentunya, anemia sangat berdampak bagi remaja. Umumnya, remaja yang anemia mengalami penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, dan produktivitas sehari-hari. Untuk mencegahnya, remaja diimbau rajin mengonsumsi makanan tinggi zat besi, asam folat, vitamin A, vitamin C dan zink, dan pemberian tablet tambah darah (TTD).

Kurus dan Kurang Berenergi

Kurus dan kurang berenergi atau Kurang Energi Kronis (KEK) juga merupakan salah satu masalah remaja di Indonesia. Sama halnya dengan anemia, penyebab remaja kurus dan kurang berenergi yakni masalah gizi, baik karena alasan ekonomi maupun alasan psikososial, misalnya penampilan. Kondisi remaja seperti ini ternyata dapat berdampak buruk mengalami penyakit infeksi dan gangguan hormonal.

Cara mencegahnya, yakni menerapkan pola makan gizi seimbang pada remaja. Kementerian Kesehatan sendiri telah memperkenalkan “Piring Makanku” yang berisi asupan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral seimbang. Karbohidrat bisa didapatkan dari kentang dan umbi-umbian, kemudian protein dari daging merah dan ikan, serta vitamin yang didapatkan dari buah-buahan dan sayuran.

Obesitas

Nah, ini dia masalah yang sangat terlihat sekarang ini. Obesitas menjadi momok menakutkan karena dampaknya yang tak main-main bagi kesehatan. Mulai dari diabetes, penyakit jantung, hipertensi, dan penyakit tak menular lainnya. Penyebabnya bisa banyak hal, seperti kurangnya aktivitas fisik, sering konsumsi makanan olahan, jarang makan sayur dan buah, dan melewatkan sarapan.

Bagaimana mencegahnya? Caranya, menentang penyebabnya dengan rutin berolahraga dan beraktivitas fisik, hindari konsumsi makanan olahan atau junk food, rajin makan sayur dan buah, serta sarapan setiap pagi.

Selamat mencoba!


Editor : Tuty Ocktaviany