Mengenang 10 Pelawak Cerdas Srimulat yang Telah Meninggal Dunia

Fajar Adityo Nugroho ยท Rabu, 16 Mei 2018 - 19:30 WIB
Mengenang 10 Pelawak Cerdas Srimulat yang Telah Meninggal Dunia

Kenangan Gogon dengan anggota Srimulat. (Foto: Instagram).

JAKARTA, iNews.id - Nama Srimulat sangat melegenda dan masih dikenang hingga sekarang. Beranjak dari panggung di taman hiburan dengan bayaran minim hingga ke layar kaca menembus dunia entertainment dan memberi hiburan bagi semua orang.

Pasang surut hingga pergantian personel kerap terjadi, regenerasi pun tetap berjalan hingga akhirnya vakum dan berujung pada pembubaran tahun 1989 akibat kekurangan dana. Meski dibubarkan, namun semangat pelawak tak pernah padam, mereka bergabung atau membentuk grup baru.

Hingga 1995, Gogon menggagas reuni dan menyampaikan rencana ke Asmuni yang dianggap senior di Srimulat. Mendapat restu dari Asmuni serta Djujuk Srimulat sebagai pendiri, para personel yang tersebar pun berkumpul lagi dan menyambut baik rencana ini. Reuni menjadi titik balik dan perubahan karier secara drastis bagi setiap individu yang bergabung di Srimulat.

Kabar meninggalnya Gogon seakan mengkilas balik pada perjalanan Srimulat yang memiliki pelawak cerdas, jenius, dan lucu. Meski dibilang kuno, namun guyonan segar ini tetap bertahan lama.

Berikut adalah anggota Srimulat yang telah berpulang dan karyanya masih dikenang hingga sekarang:

Gepeng

Pelawak senior Srimulat satu ini memiliki ciri khas dalam berbicara yang agak cempreng. Kalimat yang paling dikenal dari pemilik nama asli Freddy Aris adalah Untung Ada Saya. Aktor Tora Sudiro dulu sempat meniru gaya bicara Gepeng yang lucu. Gepeng meninggal dunia pada tahun 1988 akibat penyakit liver kronis yang dideritanya.

Bendot

Namanya populer di sinetron Si Doel Anak Sekolahan sebagai bapak mertua dari Mas Karyo yang diperankan oleh almarhum Basuki. Mereka sama-sama jebolan Srimulat. Pemilik nama asli Saparbe ini ternyata berdinas di Angkatan Darat dengan pangkat terakhir Letnan Satu. Setelah pensiun, dia memutuskan menekuni lawak berduet bersama Ratmi B29, kemudian bergabung dengan Srimulat.

Asmuni

Karakternya begitu kuat saat tampil di Srimulat. Kumis kecil ala Charlie Chaplin, serta songkok atau blangkon menjadi identitasnya ketika melawak. Pelawak asal Jombang ini, memulai karier sebagai penyanyi, kemudian banting setir menjadi pelawak setelah bertemu dengan Bing Slamet. Pada 21 Juli 2007, Asmuni meninggal dikarenakan mengeluh sakit gigi dan salah pemberian obat.

Basuki

Dunia lawak sudah dikenal Basuki sejak kecil dari ayahnya, Pete yang merupakan anggota Srimulat. Wajah mereka berdua memang serupa, tapi tak sama. Sehingga sering mendapatkan peran yang sama. Karier Basuki melonjak setelah dia terlibat di sinetron Si Doel Anak Sekolahan sebagai tokoh Karyo. Basuki meninggal dunia pada 12 Desember 2007, akibat serangan jantung saat usai bermain futsal bersama teman-temannya.

Timbul

Dalam setiap pementasan Srimulat, Timbul selalu menjadi saudagar atau orang berpangkat. Selain melawak di Srimulat, dia juga melawak di kesenian tradisional ketoprak dan juga berperan dalam beberapa judul sinetron hingga layar lebar nasional. Timbul juga menjabat sebagai sutradara dalam beberapa pementasan Srimulat. Pelawak kelahiran Magelang ini, menghembuskan napas terakhir akibat komplikasi penyakit stroke, vertigo, dan diabetes yang dideritanya pada 26 Maret 2009.

Mamiek Prakoso

Bagian samping rambut yang diwarnai menjadi ciri khas Mamiek dalam berkarier. Dia mengawali karier melawak di Srimulat dan membintangi beberapa film layar lebar. Kakak kandung penyanyi campursari, Didi Kempot ini meninggal pada 3 Agustus 2014 akibat penyakit liver yang dideritanya.

Djujuk Djuariah

Selain melawak di Srimulat, Djujuk juga terlibat membantu suaminya, Teguh Slamet Raharjo mengurusi grup lawak Srimulat yang jumlah anggotanya sangat banyak. Dia juga terlibat dalam film layar lebar dan sempat menjabat sebagai Ketua Himpunan Artis Surakarta. Pemilik nama lengkap Sara Djujuk Djuariah ini meninggal dunia pada usia 67 di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito, Yogyakarta karena mengidap kanker, 6 Februari 2015.

Eko DJ

Pelawak senior Srimulat ini semakin dikenal luas setelah membintangi sinetron Jinny oh Jinny pada 1997 lewat perannya sebagai Pak Baroto. Selain melawak, dia juga membintangi sinteron, layar lebar hingga presenter karena kepiawaian serta pribadinya yang luwes dan penuh senyum. Eko DJ meninggal dunia pada 27 Maret 2017 akibat sakit gagal ginjal dan gagal jantung yang dideritanya cukup lama.

Bambang Gentolet

Ciri khas dari pelawak ini adalah potongan rambutnya. Meski agak kurang dikenal di tingkat nasional, nama Bambang Gentolet sangat dikenal di Surabaya. Pada era 1980-an, dia sempat berkarier di layar lebar dan membuahkan tiga film. Pada Kamis 27 April 2017, dia dilarikan ke RS Bakti Dharma Husada, Surabaya karena mengalami sesak napas.

Gogon

Rambut mohawk dan kumis ala Charlie Chaplin menjadi ciri khas dari Gogon saat melawak. Dia juga berjasa dalam menggabungkan kembali personel Srimulat pada 1995 setelah sekian lama berpisah. Gogon meninggal akibat serangan jantung usai manggung di Kotabumi Lampung, Senin 15 Mei 2018. Hari ini, Rabu (16/5/2018), jenazah Gogon dimakamkan di Boyolali, Jawa Tengah.

Tentunya semua orang bakal merindukan guyonan, serta lontaran lelucon yang cerdas dan menggelitik dari seniman Srimulat tersebut. Selamat beristirahat dengan tenang, karya kalian akan terus dikenang.


Editor : Adhityo Fajar