Ternyata, Rasa Lapar Potensi Sebabkan Orang Mudah Marah

Siska Permata Sari · Selasa, 12 Juni 2018 - 18:44 WIB
Ternyata, Rasa Lapar Potensi Sebabkan Orang Mudah Marah

Tergiur makanan enak. (Foto: Medical Daily)

JAKARTA, iNews.id - Baru-baru ini muncul sebuah istilah baru bernama  hangry yang berasal dari kata hungry dan angry (lapar dan marah). Istilah ini populer, karena banyak orang menghubungkan antara rasa lapar dan kemarahan seseorang.

Artinya, hangry dapat menyebabkan rasa lapar Anda mempengaruhi suasana hati yang buruk, sehingga tak jarang mengganggu rekan-rekan atau keluarga Anda.

Topik ini kemudian dijadikan penelitian atau studi baru. "Secara umum yang diterima (dari kata hangry) adalah rasa lapar dapat memengaruhi suasana hati dan membuat kita berlaku agresif, serta impulsif," kata Jennifer MacCormack selaku penulis penelitian yang diterbitkan di Emotion Jurnal, seperti dikutip dari Time, Selasa (12/6/2018).

Dalam penelitian tersebut, para peneliti melibatkan 400 orang dari seluruh negeri untuk melakukan eksperimen secara daring. Mereka diperlihatkan gambar-gambar yang dimaksudkan untuk menimbulkan perasaan positif, netral, atau negatif. Misalnya, gambar anak anjing, bola lampu, atau ular.

Para koresponden tersebut juga ditanyakan tingkat laparnya sebelum menilai gambar dalam skala perasaan dari positif hingga negatif. "Semakin lapar mereka, besar kemungkinan mereka memilih gambar yang negatif," kata penelitian tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa dalam situasi negatif, seseorang mungkin berkaitan dengan rasa lapar yang dialaminya, atau sebaliknya.

Dalam studi lain, para peneliti meminta 200 mahasiswa membagi dua kelompok, mereka yang mengenyangkan diri atau kenyang dan mereka yang puasa atau lapar. Kemudian mereka diminta menyelesaikan banyak latihan yang menguras pikiran. Selanjutnya, para mahasiswa tersebut diminta mengisi kuesioner yang menanyakan soal emosi mereka.

"Hasilnya, mereka yang belum makan cenderung melaporkan perasaan stres dan kemarahan dibandingkan dengan mereka yang lain (sudah makan). Namun terlepas dari istilah hangry, kami menyimpulkan bahwa efek lapar tak khusus untuk kemarahan saja," kata penelitian tersebut.

Namun, hasil penelitian ini tidak baku karena setiap orang berbeda-beda kadar nafsu makan dan pengaruhnya pada makanan. Para peneliti juga mengatakan, penelitian ini masih membutuhkan penelitian lanjutan.


Editor : Tuty Ocktaviany