Bahaya Konsumsi Ikan Mas dan Lele Terpapar Merkuri

Dani M Dahwilani · Selasa, 12 Juni 2018 - 20:15 WIB

Dampak buruk yang ditimbulkan mengomsumsi ikan mas dan lele yang telah terpapar merkuri tidak langsung dirasakan masyarakat. (Foto: Old Grida)

JAKARTA, iNews.id - Ikan mas dan lele merupakan dua jenis lauk yang paling banyak disukai dan dikonsumsi masyarakat Indonesia. Mulai dari restoran mewah hingga warung-warung tenda di pinggir jalan menyajikan dua jenis ikan ini sebagai salah satu menu makanan.

Namun, di balik nikmatnya menyantap kuliner ikan mas atau lele justru menjanjikan ancaman yang luar biasa di masa depan. Ikan-ikan tersebut sebagian telah terpapar merkuri dengan kandungan yang jauh di atas standar.

Hasil penelitian yang dilakukan terhadap dua jenis ikan tersebut sampelnya diambil dari aliran Sungai Citarum ternyata mencengangkan.

Penelitian terhadap dua jenis ikan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia ini dilakukan di tiga tempat Kabupaten Bandung yang dilintasi Sungai Citarum, masing-masing Desa Cisanti, Desa Cilampeni dan Desa Cimarangi.

Pada jenis ikan mas di Desa Cisanti rata-rata terpapar merkuri sebesar 5,32 x 100 Ug/gram. Ikan lele di Desa Cilampeni telah terpapar merkuri rata-rata 6,57 x 100 Ug/gram.

Sementara kadar merkuri pada ikan lele di Desa Cimarangi malah makin tinggi, yakni rata-rata 8,64 x 100 Ug/gram. Semakin ke hilir semakin tinggi kandungan logam beratnya.

Merujuk dari hasil penelitian yang dilakukan Kesdam 3 Siliwangi tsb, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Profesor Drh Wiku Adisasmito, MSc Ph D, mengungkapkan keprihatinan yang luar biasa. Minimnya kesadaran semua pihak akan bahayanya merkuri terhadap kesehatan masyarakat membuat masalah ini seperti dibiarkan berlarut-larut.

"Padahal normalnya kadar merkuri pada ikan tidak boleh lebih dari 0,5 Ug/gram," ujar Profesor Wiku.

Dia menerangkan, dampak buruk yang ditimbulkan mengomsumsi ikan mas dan lele yang telah terpapar merkuri tidak langsung dirasakan masyarakat.

"Dampak buruk yang ditimbulkan akan terasa setelah beberapa tahun. Merkuri yang ditimbun dalam tubuh manusia secara terus menerus akan menimbulkan gangguan kesehatan seperti gangguan pada fungsi ginjal, otak dan lain-lain," katanya.

Ikan terpapar Merkuri
Demikian tingginya kadar merkuri yang terkandung pada ikan mas dan lele yang hidup di aliran Sungai Citarum tentu tak lepas dari tercemarnya sungai terbesar yang melintasi Provinsi Jawa Barat tersebut.

Fakta memperlihatkan cukup banyak pabrik-pabrik yang berada di tepi Sungai Citarum tanpa merasa bersalah langsung membuang limbah pabrik ke dalam aliran sungai tanpa diolah atau dinetralisir terlebih dulu.

Karena itu, Wiku sangat mengapresiasi tindakan tegas yang dilakukan pihak keamanan dengan menutup sebuah pabrik pengolahan tambang emas yang membuang limbah merkuri langsung ke Sungai Citarum.

Untuk itu, Wiku yang juga dipercaya sebagai Coordinator Indonesia One Health University Network mengharapkan seluruh pihak memiliki kesadaran sama akan bahaya yang ditimbulkan tercemarnya Sungai Citarum akibat ulah pabrik-pabrik yang seenaknya membuang limbah produksi tanpa diolah terlebih dahulu.


Editor : Dani Dahwilani

KOMENTAR