Rahasia di Balik Larangan untuk Bersikap secara Berlebihan

Tri Hatnanto ยท Rabu, 13 Juni 2018 - 14:08 WIB
Rahasia di Balik Larangan untuk Bersikap secara Berlebihan

Cahaya Hati Indonesia Ramadan edisi Rabu (13/6/2018) mengangkat tema tentang larangan bersikap berlebihan (ghuluw). (Foto: iNews).

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id – Islam menganjurkan umatnya untuk tidak berlebih-lebihan atau melampaui batas (ghuluw) dalam setiap tindakannya. Berlebih-lebihan merupakan sikap tercela karena tidak akan mendatangkan kebaikan bagi pelakunya, juga buruk di mata orang lain.

Allah melarang orang berlebih-lebihan, baik dalam hal ibadah maupun dalam aktivitas kehidupan sehari-hari misalnya makan dan minum. Apapun yang berlebihan umumnya tidak mendatangkan hal positif, malah bisa merugikan. Pendeknya, larangan berlebihan ini tidak hanya dalam konteks duniawi, tetapi juga akhirat.

”Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulu (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.” (QS Al-Maidah:77).

Peringatan lain tertuang dalam Surat Al-Araf ayat 31, “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.

Perintah agar umat tidak bersikap berlebihan itulah yang akan diulas dalam Cahaya Hati Indonesia Ramadan edisi Rabu (13/6/2018). Mengangkat tema “Hal Berlebihan itu Tidak Baik”, para penceramah yang hadir dalam program religi ini yaitu Ustaz Aam Amiruddin, KH Cholil Nafis, Syeikh Fikri Thoriq, dan Habib Nabiel bin Fuad Al Musawa.

Dalam tausiahnya Ustaz Aam akan mengajak jamaah untuk mendalami pentingnya melaksanakan ibadah dengan tepat atau berimbang. Jangan sampai seluruh hidup hanya untuk beribadah kepada Allah, tetapi tanggung jawab sebagai manusia dan keluarga tak disentuh sama sekali. Padahal dalam kehidupan antarmanusia itu juga mengandung nilai ibadah.

Sementara KH Cholil mengingatkan agar umat hati-hati dengan tabaruj. Syeikh Fikri akan mengajak jamaah mengetahui kisah Ghuluw di Zaman Rasulullah. Adapun Habib Nabiel mengulas komprehensif tentang rahasia di balik larangan bersikap berlebih-lebihan.

Ingin tahu bagaiman sesungguhnya Batasan berlebih-lebihan? Simak tayangan program Cahaya Hati Indonesia Ramadan edisi Rabu (13/6/2018). Dipandu Iqbal Fais, program disiarkan langsung stasiun televisi iNews dari Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, mulai pukul 15.30 WIB.


Editor : Zen Teguh