Tinggi Gula, Begini Cara yang Benar Konsumsi Susu Kental Manis

Siska Permata Sari · Jumat, 06 Juli 2018 - 15:20 WIB

Susu Kental Manis tinggi gula. (Foto: NDTV)

JAKARTA, iNews.id - Susu kental manis sering dianggap sama dengan susu biasa. Diseduh dan dijadikan campuran kopi, teh, atau cokelat, hingga tak jarang menjadi susu untuk asupan balita.

Namun belakangan ini, Kementerian Kesehatan RI telah mengatakan bahwa susu kental manis tidak dikategorikan sebagai produk susu bernutrisi sebagai penambah asupan gizi. Hal ini pun terus berlanjut ke tangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selaku pengawas izin edar.

Salah satu alasan mengapa susu kental manis tak masuk kategori susu bernutrisi adalah kandungan yang berbeda dengan susu murni atau susu biasa. Sebab, susu kental manis mengandung lebih banyak gula dibandingkan susu biasa. Kandungan proteinnya pun lebih rendah jika dibandingkan dengan susu biasa.

Meski demikian, bukan berarti susu kental manis tak bisa digunakan sehari-hari. Pihak BPOM memberikan cara bijak mengonsumsi susu kental manis. Yuk, simak informasi yang dirangkum iNews.id, Jumat (6/7/2018).

Sebagai Topping

Susu kental manis justru bisa sangat lezat ketika digunakan sebagai toping makanan penutup. Misalnya, es buah, es campur, pisang goreng, roti bakar, dan masih banyak lagi. Tetapi jangan sering-sering ya, mengingat kandungan gulanya yang tinggi.

Campuran untuk Minuman Lain

Susu kental manis juga bisa menjadi bahan campuran minuma lain agar lebih lezat. Biasanya, berfungsi sebagai pengganti gula atau krimer. Misalnya, mencampurnya dengan kopi hingga menjadi kopi vietnam, mencampurnya dengan teh, dan minuman cokelat.

Tak Bisa Menggantikan Susu

Susu kental manis memang dianggap bisa diseduh sebagai susu. Namun ternyata, susu kental manis tidak dapat menggantikan produk susu sebagai penambah atau pelengkap gizi. Sebab, kandungan susu kental manis berbeda dengan susu yang dipasteurisasi, susu yang disterilisasi, susu formula, susu untuk penambah, serta pelengkap gizi.

Susu Kental Manis Bukan untuk Bayi

Sudah ditekankan oleh Kemenkes RI bahwa susu kental manis bukan produk susu bernutrisi untuk penambah asupan gizi, mengingat kadar gula dan lemak yang tinggi. Pihak BPOM pun telah merilis bahwa produk susu kental manis dilarang menampilkan anak-anak berusia di bawah lima  tahun di label dan iklan produknya.


Editor : Tuty Ocktaviany

KOMENTAR