Selain Mudah Marah, Ini Tanda-Tanda Anda Kecanduan Game Online

Fajar Adityo Nugroho · Sabtu, 14 Juli 2018 - 07:27 WIB

Waspadai jika kecanduan game online. (Foto: Freepik).

JAKARTA, iNews.id - Game online tengah menjamur dan dimainkan oleh semua kalangan. Berbagai permainan yang ditawarkan menyajikan keseruan yang membuat kita larut saat memainkannya.

Terdapat tiga alasan seseorang memainkan permainan berbasis internet (online gaming), antara lain bertujuan untuk bersenang-senang, menghilangkan stres, dan mengisi waktu luang. Namun, tak semua orang yang memainkan game online bisa dikatakan kecanduan. Akan tetapi, tak sedikit yang kecanduan saat memainkan game tersebut.

Seperti kita ketahui, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organizations (WHO) menetapkan kecanduan game atau game disorder dalam versi terbaru International Statistical Classification of Diseases (ICD) sebagai penyakit gangguan mental untuk pertama kalinya. Dalam versi terbaru ICD-11, WHO menyebut bahwa kecanduan game merupakan disorders due to addictive behavior atau gangguan yang disebabkan oleh kebiasaan atau kecanduan.

Dijelaskan dr. Kristiana Siste, SpKJ (k) dari Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, seseorang dikatakan online/video gaming disorder bila memenuhi kriteria yang telah ditetapkan WHO, yaitu adanya perilaku berpola dengan karakteristik sebagai berikut:

1. Ada gangguan kontrol untuk melakukan permainan tersebut (tidak dapat mengendalikan diri).

2. Lebih memprioritaskan memainkan permainan tersebut dibandingkan dengan aktivitas yang seharusnya lebih diutamakan.

3. Intensitasnya semakin meningkat dan berkelanjutan, meskipun ada konsekuensi atau dampak negatif yang dirasakan.

4. Perilaku berpola tersebut menyebabkan gangguan yang bermakna pada fungsi pribadi, keluarga, sosial, pendidikan, dan area penting lainnya.

5. Pola tersebut sudah berlangsung selama 12 bulan.

"Bermain game sampai menyebabkan distress dan disfungsi, barulah akan kita masukkan ke kategori gangguan mental," kata dr. Siste, sebagaimana dikutip dari situs Kemenkes, Sabtu (14/7/2018).

Online gaming menjadi semakin memicu kerentanan terhadap kecanduan dengan munculnya permainan dengan kategori Massive Multiplayer Online Role Playing Games (MMORPG). Kategori ini yang paling sering dimainkan, karena pemain tidak bermain sendirian, mereka membuat relasi virtual untuk memainkan permainan tersebut.

Para pemainnya dapat membentuk kepribadian yang diinginkan, mengontrol karakternya, melakukan pembagian tugas dan berinteraksi dengan pemain lain secara virtual. Permainan terus berlanjut, meski pemain tidak sedang memainkannya. Apabila seorang pemain absen dalam waktu lama dari permainan tersebut, dia akan kehilangan pengaruh dan kekuatannya.

Bila seseorang sudah sampai tahap kecanduan, biasanya menunjukkan gejala putus perilaku, yakni apabila dihentikan kesenangannya (bermain game), maka akan timbul energi negatif, mulai dari kesal, marah-marah, mengancam orang lain, bahkan menyakiti diri sendiri.


Editor : Adhityo Fajar

KOMENTAR