Kisah Sukses Diajeng Lestari Bangun Bisnis E-commerce Busana Muslim

Siska Permata Sari · Kamis, 09 Agustus 2018 - 17:46 WIB
Kisah Sukses Diajeng Lestari Bangun Bisnis E-commerce Busana Muslim

Diajeng Lestari (tengah) sukses membangun Hijup. (Foto: iNews.id/Siska Permata Sari)

JAKARTA, iNews.id - Fashion atau busana Muslim kini sedang banyak digandrungi di Tanah Air. Apalagi di tengah berkembangnya industri modest fashion di Indonesia. Tak sekadar identitas bagi kaum muslimah, modest wear juga berkembang sebagai salah satu tren fashion dunia, terutama Indonesia.

Diajeng Lestari merupakan salah satu pelaku di industri fashion busana Muslim yang terjun sejak 2011, di mana pergerakan dunia fashion untuk kaum muslimah belum memiliki banyak pilihan. Melalui platform Hijup yang berdiri sejak 2011, dia mengembangkan tren-tren busana Muslim dengan berkolaborasi dengan berbagai desainer di Indonesia.

"Ketika aku tarik mundur ke-14 tahun lalu, sebelum mulai (membangun) Hijup, aku kuliah di Jurusan Politik Universitas Indonesia (UI) dan belajar soal sejarah Indonesia di mana sejak zaman penjajahan, kekayaan kita, sumber daya alam kita dikeruk," kata Diajeng, CEO Hijup di konferensi pers Anniversary Hijup ke-7 tahun di Tanamera Coffee, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018).

Berawal dari situ, Diajeng memiliki keinginan untuk mengubah masyarakat Indonesia yang sebelumnya merupakan target market atau konsumen menjadi produsen. "Saat itu, ekonomi kita kan sudah mulai maju, aku pikir bisa enggak ya kita move dari konsumen atau target market lalu menjadi produsen dan do something," katanya.

Bukan cuma itu keresahan yang dibawa oleh Diajeng untuk membangun usahanya di bidang E-commerce fashion Muslim, tetapi juga dari keresahannya sendiri tentang busana Muslim atau hijab yang di zaman itu masih sulit menemukan pilihan busana dan kerap dianggap kurang stylish.

"Sejak kuliah aku sudah mengenakan hijab dan memang dulu yang pakai hijab enggak semasif sekarang. Waktu aku kerja pun begitu. Jadi dulu banyak anggapan, kalau yang berhijab itu kurang stylish atau old gitu," ucap ibu dari dua anak ini.

Berangkat dari keresahannya itu, Diajeng bertekad ingin menjadi produsen di industri fashion Muslim demi menjawab kebutuhannya. Dia tidak ingin kebutuhan masyarakat Indonesia sebagai mayoritas Muslim harus dijawab oleh produk-produk yang berasal dari luar, bukan oleh bangsanya sendiri.

"Saya sebagai pengguna hijab juga membutuhkan itu. Masa iya yang bikin orang luar lagi? Oke, lalu saya bikin Hijup yang sangat di-support oleh suami. Karena saya bukan desainer, jadi di sini saya dibantu semua orang (desainer dan para tenant)," ucapnya.

Berawal dari dua orang karyawan dan ruangan kerja seluas sembilan meter persegi, platform busana Muslim tersebut didirikan tahun 2011. Tahun ke tahun, modest fashion berkembang, kini dia telah memiliki 200 lebih tenant dan hampir 10 offline store di kota-kota seluruh Indonesia.

"Kolaborasi dan bergerak bersama dengan berbagai pihak adalah kunci untuk dapat mendukung Indonesia menjadi kiblat fashion Muslim," katanya.


Editor : Tuty Ocktaviany