Mau Bercinta hingga Klimaks? Trik-Trik Ini Bisa Jadi Solusi untuk Pria

Okezone.com ยท Minggu, 12 Agustus 2018 - 22:40 WIB
Mau Bercinta hingga Klimaks? Trik-Trik Ini Bisa Jadi Solusi untuk Pria

Nikmati momen bercinta. (Foto: Huffington Post)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id – Mencapai puncak kesenangan di setiap momen bercinta menjadi impian setiap pasangan suami-istri. Meski tidak mudah, pastikan Anda tahu trik untuk menyenangkan pasangan hingga klimaks.

Melansir laman Yourtango, salah satu yang menarik dalam berhubungan intim adalah munculnya aura maskulin dan feminin. Bila aura tersebut keluar saat berhubungan intim, maka akan membuat mereka mencapai tingkat kepuasan yang tinggi.

Maskulinitas dalam diri Anda, apa pun jenis kelaminnya, adalah bagian dari diri Anda dalam mencapai penetrasi. Ini memberikan jiwa memimpin sebagai mitra dominan berhubungan seks di kamar tidur.

Sementara itu feminin dalam diri Anda, baik itu pria atau wanita adalah bagian yang dapat menerima, yaitu biarkan diri Anda terpengaruh dan mengikuti sebagai mitra saat di kamar tidur.

Ini merupakan konsep yang diambil dari gaya hidup BDSM dan dipopulerkan oleh 50 Shades of Grey, yang menggambarkan kekuatan daya tarik feminin dan maskulin bertemu. Orang yang mempunyai sisi magnetis, berbeda dengan potensi memaksa atau menipu yang sangat platonis.

Kesetaraan sangat penting dalam bidang-bidang seperti upah, peluang untuk maju dalam perusahaan dan pengambilan keputusan di hampir semua aspek kehidupan. Namun di kamar tidur, kita ingin membuat perbedaan, di mana kesetaraan bukan suatu hal yang baik dalam berhubungan intim.

Saat ini, banyak wanita akhirnya mengambil peran maskulin di kamar tidur, bahkan di luar itu juga dominan. Hal ini dikarenakan wanita memiliki suami yang tidak memimpin dengan cara apa pun. Di mana suami tidak mengajak kencan, bahkan tidak memulai sentuhan.

Padahal, tanda pertama penolakan dari seorang wanita merupakan cangkang untuk melindungi diri mereka sendiri. Dalam sebagian besar kasus ini, para wanita sangat ingin pria itu memimpin dan tidak mudah putus asa.

Seorang pria harus menerima kata "tidak" dan jangan tersinggung, atau menganggapnya kejam jika wanita tak mau mengikuti keinginan suami. Sebenarnya, suami harus gigih dan pantang menyerah bila sang wanita menolak ajakan tersebut. 

Bahkan lebih baik, setelah keluhan atau penolakan dari wanita yang bersama dengannya, suami harus tetap terhubung dan mendengarkan apa yang pasangannya perlu utarakan. Mendengarkan adalah salah satu hal yang paling maskulin yang dapat dilakukan siapa pun. Dengan mendengarkan, dapat membuat pasangan Anda menjadi nyaman.

"Saya di sini untuk Anda dan saya tidak perlu persetujuan. Sebaliknya, saya memberi Anda perhatian dan penerimaan yang tak terbagi untuk di mana pun Anda berada,” hal ini yang akan berada di pikiran wanita.

Ini berarti mencari tahu apa yang diperlukan wanita untuk merasa terangsang atau mengalami orgasme. Anda memimpin dan dia mengikuti. Nikmati kesenangannya, dan dia pasti akan memerhatikan kesenangan Anda juga.

Tentu saja, kadang-kadang menarik untuk memiliki wanita memimpin dan pria menyerahkan kendali ke wanita. Selama ini bekerja untuk Anda sebagai pasangan, pergilah dengannya.

Sebagian besar wanita heteroseksual ingin merasakan kekuatan dan kepemimpinan pria di bidang keintiman fisik, setidaknya beberapa kali. Ketika seorang pria melakukan ini, dia memungkinkan sifat feminin, bersama dengan banyak hormon yang sehat, mengalir, yang mengarah ke peningkatan kesehatan emosional, fisik dan seksual bagi kedua orang.

Dalam kedua situasi, perbedaan kekuatan dapat membuat seks jauh lebih menggairahkan. Termasuk menggairahkan bagi masing-masing pasangan. Selama dilakukan secara sadar dan menghormati satu sama lain, interaksi dapat menjadi cair dan berevolusi untuk keduanya. Demikian dimuat Okezone.com, Minggu (12/8/2018).


Editor : Tuty Ocktaviany