Sastrawan Hamsad Rangkuti Tutup Usia, Ini Karya-Karya Terbaiknya

Siska Permata Sari ยท Minggu, 26 Agustus 2018 - 17:33 WIB
Sastrawan Hamsad Rangkuti Tutup Usia, Ini Karya-Karya Terbaiknya

Selama hidup, sastrawan Hamsad Rangkuti telah mendedikasikan dirinya pada cerita-cerita pendek. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kabar duka kembali menghampiri dunia sastra Indonesia. Setelah kepulangan sastrawan sekaligus cerpenis Danarto pada April lalu, giliran cerpenis Hamsad Rangkuti tutup usia.

Pria kelahiran Medan tersebut meninggal di usia 75 tahun di Depok, Jawa Barat, Minggu (26/8/2018) pagi. Hamsad Rangkuti meninggal setelah terbaring sakit dan tak sadarkan diri selama tiga bulan sebelum ajal menjemputnya.

Komponis dan pianis Indonesia Ananda Sukarlan sempat mencuitkan ucapan belasungkawa melalui akun Twitternya, Minggu (26/8/2018) pagi. "Selamat tinggal, damai besertamu sastrawan kita, Hamsad Rangkuti yang berpulang pagi ini," tulis Ananda.

Selama hidup, Hamsad Rangkuti telah mendedikasikan dirinya pada cerita-cerita pendek. Pria yang menghabiskan masa kecil di Asahan, Sumatera Utara ini juga telah meraih penghargaan SEA Write Award pada 2008.

Di antara ratusan cerita pendek yang dia karang, sebagian diterjemahkan dan dikumpulkan dalam buku-buku kumpulan cerpen yang hingga saat ini masih beredar di pasaran. Berikut karya-karya terbaik Hamsad Rangkuti yang dirangkum iNews.id, Minggu (26/8/2018).

Wanita Muda di Sebuah Hotel Mewah (2000)

Satu lagi buku kumpulan cerpennya yang baru-baru ini kembali diterbitkan ulang. Adalah Wanita Muda di Sebuah Hotel Mewah yang pertama kali terbit pada 2000 dan diterbitkan ulang pada 2016. Seperti kumpulan-kumpulan cerpen Hamsad Rangkuti lainnya, dia menyajikan cerita yang dekat keseharian, dengan sentuhan sufistik dan imajinasi liar yang meninggalkan kesan mendalam.

"Dalam kebanyakan ceritanya, Hamsad sama sekali tidak mengajak kita untuk berfilsafat muluk-muluk; dia dengan cerdik menggoda kita agar menjadi penonton yang terpesona oleh peristiwa yang direkanya," kata penyair Sapardi Djoko Damono yang dikutip dari Goodreads.

Selain buku-buku kumpulan cerpennya, Hamsad Rangkuti juga pernah menulis dan menerbitkan novel pada 1981 yang berjudul Ketika Lampu Berwarna Merah (1981). Novel ini juga kembali diterbitkan pada 2016 sehingga masih tersedia di toko-toko buku besar.

Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu (2003)

Judul cerpen Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu ini adalah salah satu cerpen paling terkenal dari Hamsad Rangkuti. Terbit pertama kali pada 2003, buku kumpulan cerpen ini kembali diterbitkan penerbit Diva Press pada 2016.

"(Buku) ini memperlihatkan bagaimana Hamsad Rangkuti mengolah pengalaman yang merangsang imajinasinya. Dia mengatakan kalau dirinya “pengelamun yang parah”, orang yang suka melamun atau mengkhayalkan sesuatu. Ketika merasa ada sesuatu yang menarik yang bisa dikembangkan sebagai suatu cerita, maka dia akan menyusunnya menjadi sebuah alur cerita," demikian dikutip dari Goodreads.

Panggilan Rasul (2010)

Buku kumpulan cerita pendek dari Hamsad Rangkuti yang kembali diterbitkan dan tersedia di pasaran adalah Panggilan Rasul. Di buku terbitan terbaru tahun 2016, terdapat 14 cerita pendek dari Hamsad yang bernapaskan keislaman. Berlatar kehidupan masyarakat desa dan perkotaan sehari-hari, cerita-cerita dalam buku ini dikemas dengan makna yang mendalam.

Selamat tinggal, Hamsad Rangkuti. Karyamu abadi!


Editor : Dani Dahwilani