Para Pemain Preman Pensiun Kenang 1.000 Hari Meninggalnya Didi Petet

Siska Permata Sari · Sabtu, 15 September 2018 - 16:31 WIB
Para Pemain Preman Pensiun Kenang 1.000 Hari Meninggalnya Didi Petet

Para pemain Preman Pensiun bersilaturahmi ke keluarga almarhum Didi Petet. (Foto: iNews.id/Siska Permata Sari)

CIPUTAT, iNews.id - Tak terasa sudah genap 1.000 hari kepergian aktor legendaris Indonesia, Didi Widiatmoko atau dikenal Didi Petet yang meninggal di usia 58 tahun, 15 Mei 2015. Tapi sebagaimana manusia, ketika meninggal yang dikenang adalah karya-karyanya.

Begitu juga dengan Didi Petet yang telah berdedikasi di industri hiburan Tanah Air sejak 1980-an dan mulai terkenal saat memerankan Kabayan dalam Si Kabayan Saba Kota. Mulai dari seni teater, film dan sinetron digelutinya, hingga sinetron terakhir yang dibintanginya, Preman Pensiun (2015).

Hadir di tengah-tengah sinetron Preman Pensiun, Didi Petet merupakan sosok panutan bagi para pemain maupun kru di lokasi syuting. Itulah yang masih terasa hingga saat ini. Genap 1.000 hari meninggalnya Didi Petet, para pemain Preman Pensiun menyambangi kediaman Didi Petet di kawasan Bambu Apus, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (15/9/2018).

"Ini adalah silaturahmi sekaligus mengenang 1.000 harinya almarhum Didi Petet. Dan yang terpenting, kita akan melakukan ziarah, yang artinya tak melupakan jasa-jasa beliau, kontribusi beliau di bidang seni, film, budaya Indonesia," ucap pemeran utama Kang Mus di Preman Pensiun, Epy Kusnandar di kediaman Didi Petet, Ciputat.

Momen ini sekaligus untuk silaturahmi dengan keluarga almarhum Didi Petet di kediamannya. Di acara ini hadir para pemain Preman Pensiun seperti Ica Naga Pirmansyah (Pipit), Denny Firdaus (Murad), Andra Manihot (Dikdik), Muhammad Jamsari (Gobang), Fajar Khuto (Ujang), Abenk Marco Capallera (Cecep), Kristiano Purwo (Bohim), Mang UU, dan Sandi File (Amin).

"Beliau itu, guru tanpa menggurui. Sebagai manusia, kalau kita tidak kreatif, itu setengah hidup," ucap Epy Kusnandar atau dikenal dengan Kang Mus.

Dia juga mengatakan, pesan yang paling diingat pemeran utama Preman Pensiun itu adalah jangan berhenti untuk terus berkarya.


Editor : Tuty Ocktaviany