Seperti Ini Sosok Almarhum Didi Petet di Mata Keluarga

Siska Permata Sari · Sabtu, 15 September 2018 - 20:59 WIB
Seperti Ini Sosok Almarhum Didi Petet di Mata Keluarga

Keluarga almarhum Didi Petet. (Foto: iNews.id/Siska Permata Sari)

JAKARTA, iNews.id - Sisi lain Didi Petet sebagai seorang aktor, dia merupakan sosok suami dan ayah yang menjadi panutan di keluarganya. Banyak pesan, petuah, dan semangat yang dibagikannya pada keluarga, terutama pada istri dan anak-anaknya.

Meskipun telah genap 1.000 hari Didi Petet telah tiada, namun pesan dan semangat aktor tersebut tetap melekat di hati anak-anaknya.

"Saya biasanya kangen sama bapak kalau di rumah tuh, kalau pagi. Pagi-pagi, bapak tuh sudah di meja makan sama ibu, menanyakan bagaimana sekolahnya, kerjanya," ucap anak ketiga Didi Petet, Jaro Petang saat ditemui di kediamannya di Bambu Apus, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (15/9/2018).

Di meja makan itu, kata Jaro, tersimpan cerita. Tempat berdiskusi hangat bersama keluarga, termasuk sang bapak yang meninggal pada Mei 2015 silam. Tak hanya cerita, Jaro juga memiliki momen intim sendiri ketika sang bapak, Didi Petet, memberikan pesan pribadi padanya.

Bahkan, pesan itu masih dia pegang hingga sekarang. "Waktu masih sekolah, saya sering sih bandel lah. Terus diajak ngomong sama bapak. Kata bapak, seorang jagoan itu, seorang yang bisa menahan emosinya. Sampai sekarang saya ingat itu," ucap Jaro.

Sementara sang istri, Uce Sriasih mengingat bahwa sang suami adalah sosok yang penyabar, jarang marah, dan selalu mengalah. "Tapi ada satu hal, dia tak pernah mencampuradukkan kerja dan rumah tangga. Ternyata, dia berbuat banyak tanpa keluarga tahu. Itulah dia sebagai seorang suami, meskipun dia pergi selalu memberi kita kejutan," kata Uce di kesempatan yang sama.

Dia juga berpesan pada penerus estafet di industri hiburan, terutama para pemain Preman Pensiun yang kali ini bertandang ke rumah dan silaturahmi untuk terus berkarya. "Mungkin, kita-kita ini yang masih hidup, harus berkarya terus, berkarya terus. Jadi menurut saya, jangan ada habisnya, terus berkarya," katanya.


Editor : Tuty Ocktaviany