Evaluasi Haji, Kemenkes Raih 3 Penghargaan dari Arab Saudi

Siska Permata Sari ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 19:57 WIB
Evaluasi Haji, Kemenkes Raih 3 Penghargaan dari Arab Saudi

Menkes Nila Moeloek. (Foto: Kemenkes)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - Setelah masa operasional haji 1439 H/2018 selesai, Kementerian Kesehatan RI meraih tiga penghargaan dari Kerajaan Arab Saudi atas ketangkasan tenaga medis Indonesia ketika menangani masalah kesehatan para jamaah haji. Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek di Evaluasi Nasional Penyelenggaraan Kesehatan Haji tahun 2018.

"Terima kasih pada PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) bidang kesehatan Arab Saudi dengan diterimanya tiga penghargaan di tahun 2018. Yaitu penghargaan untuk pelayanan kesehatan terbaik dari Komite Kantor Urusan Haji Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi," kata Nila Moeloek di JS Luwansa Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018).

Sementara itu, dua penghargaan lainnya, sambung Nila, di antaranya untuk pelayanan kesehatan dari Director of Health Services Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi dan penghargaan atas upaya promotif preventif kesehatan jemaah haji dari Director Clinical Medicine Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi.

Tak hanya mendapatkan penghargaan dari Arab Saudi, Menkes Nila Moeloek juga mengklaim jika target pemeriksaan dan pembinaan kesehatan bagi jemaah haji tahun ini telah melampaui target, yakni 75 persen.

"Jumlah haji tahun 1439 Hijriah atau 2018 Masehi, sebanyak 221.000 jemaah, di mana 65,5 persennya adalah jemaah dengan risiko tinggi. Jumlah ini, lebih tinggi 6.186 jemaah dari tahun sebelumnya," kata dia.

Jemaah dengan risiko tinggi, tambah dia, adalah para jemaah dengan usia lanjut yang umumnya memiliki sejumlah masalah kesehatan. Diketahui tahun 2018 ini, total jamaah meninggal mencapai 0,18 persen dari jumlah total 200 ribu lebih jamaah yang berangkat tahun ini.

Berdasarkan persentase tersebut, kematian jamaah tahun ini secara proporsional memang masih lebih sedikit ketimbang dua tahun lalu. Menurut Menkes, para jemaah yang meninggal umumnya disebabkan oleh penyakit jantung.


Editor : Tuty Ocktaviany