Moms, Ini Pentingnya Literasi Gizi demi Cegah Malnutrisi pada Anak

Siska Permata Sari ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 18:44 WIB
Moms, Ini Pentingnya Literasi Gizi demi Cegah Malnutrisi pada Anak

Biasakan konsumsi makanan sehat. (Foto: Conversation)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - Indonesia memiliki sejumlah masalah gizi, salah satunya adalah malnutrisi. Tak hanya stunting dan kurang gizi yang disebabkan oleh kekurangan asupan nutrisi, tetapi juga obesitas atau kelebihan gizi.

Berdasarkan data dari World Food Programme (WPF), sebesar 37 persen anak di Indonesia mengalami stunting pada 2013. Angka ini turun menjadi 27,5 persen, menurut Pemantauan Status Gizi (PSG) 2016.

Ahli Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Ir Ahmad Sulaeman menjelaskan, stunting sendiri merupakan suatu kondisi di mana anak mengalami kekurangan gizi kronis sehingga pertumbuhan fisik dan organ-organ tubuh lainnya tak optimal. Salah satunya adalah otak, organ penting yang memengaruhi IQ dan kognitif anak.

"Indonesia termasuk 47 negara dari 120 negara yang mengalami stunting. Kemudian masih ada wanita usia subur mengalami anemia. Ini berakibat apa? Sepertiga anak Indonesia terlahir dan berkembang sebagai anak stunting, yang ditandai dengan tubuh pendek. Stunting juga berpengaruh pada IQ," kata Sulaeman saat Talkshow Hari Pangan di Gran Mahakam Hotel, Kebayoran, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2018).

Padahal, sambung dia, berdasarkan data dari Kementerian Pertanian RI, Indonesia merupakan negara nomor dua yang paling besar memiliki aneka ragam hayati dengan sumber pangan bergizi di dunia. Lalu, mengapa Indonesia mengalami malnutrisi?

"Literasi gizi, itu yang penting. Bagaimana mendapatkan pangan yang aman dan seimbang. Karena malnutrisi tak cuma stunting, tetapi juga masalah obesitas atau kelebihan gizi yang menyebabkan masalah penyakit terkait pangan seperti diabetes," kata dia.

Oleh sebab itu, Sulaeman menegaskan betapa pentingnya literasi gizi dan edukasi terkait gizi pada orangtua atau pendidik seperti guru. "Selain mengetahui jumlah angka kebutuhan gizi (AKG) yang harus dicukupi, penting juga membaca label, ingredients, dan nutrition fact sebuah produk pangan," kata dia.


Editor : Tuty Ocktaviany