Sering Duduk Seharian Tiap Hari? Waspadai Kanker Usus

Siska Permata Sari ยท Selasa, 31 Oktober 2017 - 17:35 WIB
Sering Duduk Seharian Tiap Hari? Waspadai Kanker Usus

Duduk keseringan setiap hari berbahaya bagi kesehatan dan bisa berisiko kena kanker usus. (Foto: Flurt)

JAKARTA, iNews.id – Tidak hanya kebiasaan merokok yang bisa membahayakan kesehatan. Seseorang yang menghabiskan waktu duduk seharian setiap hari, bisa berisiko terkena kanker usus.

Anda pasti sering mendengar bahwa kebiasaan merokok dapat membahayakan kesehatan. Pasalnya, bahan dan kandungan kimia dalam rokok bisa memicu timbulnya penyakit kronis, seperti kanker paru-paru, jantung, dan stroke.

Namun, selain rokok, ada sejumlah hal dan aktivitas "biasa" yang dampaknya bisa menyamai atau bahkan lebih berbahaya daripada merokok, di antaranya meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, kanker, dan gangguan kesehatan mental. Apa sajakah?

Berikut penjelasannya, seperti iNews.id kutip dari Science Alert, Selasa (31/10/2017).

Kesepian

Bagi sebagian orang, memang kesepian adalah sebuah kenikmatan dan kemewahan tersendiri. Namun, siapa sangka jika kesepian dalam jangka waktu lama dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda.

Hal itu dikatakan Julianne Holt-Lunstad, seorang profesor psikologi di Universitas Brigham Young. Ia mengatakan, dirinya telah menemukan dalam penelitiannya bahwa kesepian dapat mengurangi rentang kehidupan manusia setara dengan merokok 15 batang sehari.

Duduk

Hati-hati bila Anda adalah seorang pekerja yang terbiasa duduk seharian setiap hari. Sebab, menurut sebuah penelitian kesehatan, duduk seharian dapat menimbulkan masalah kesehatan yang tak kalah berbahaya dari merokok. Salah satu penyakit berbahaya yang mengintai adalah kanker usus.

Sebab, berdasarkan riset tahun 2014 yang telah meneliti 4 juta orang, ada peningkatan risiko kanker usus, endometrium, dan paru-paru pada orang-orang yang menghabiskan waktu untuk duduk seharian, menonton televisi, dan menuntaskan pekerjaan.


BACA JUGA:

          Solusi bagi Pekerja Shift yang Sulit Dapat Kualitas Tidur

          Hati-Hati, Toxic Relationship Bisa Merusak Kesehatan Mental Anda

          Janji Achintya Nilsen jika Menang di Miss World 2017

          Ingin Hidup Lebih Bahagia? Coba 5 Ritual Ini Selama 20 Menit


Kurang Tidur

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit telah menyebut kurang tidur sebagai masalah kesehatan masyarakat. Menurut Profesor Valery Gafarov dari Organisasi Kesehatan Dunia, mencatat pada tahun 2015 bahwa kurang tidur meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung ke tingkat yang sama seperti perokok aktif.

"Kurang tidur harus dianggap sebagai faktor risiko penyebab penyakit kardiovaskular yang sama tingginya dengan merokok, kurang olahraga, dan pola makan yang buruk," katanya.

Diet yang Tak Sehat

Jika Anda sedang berdiet atau berencana diet, cobalah untuk melakukan diet yang sehat. Sebab, banyak bukti telah menemukan bahwa makanan olahan manis dan mengandung lemak jenuh tinggi dapat menyebabkan orang terkena penyakit fatal, seperti halnya jika Anda merokok.

Sementara itu pada tahun 2016, peneliti yang mempelajari risiko kematian akibat pola makan yang buruk menyimpulkan, tingkat kematian yang tinggi melebihi alkohol, narkoba, hubungan seks tanpa kondom, dan merokok.


Editor : Tuty Ocktaviany