4 Syarat Pacaran Bisa Langgeng sampai Nikah, Nomor 2 Paling Sering Bikin Putus Cinta

Okezone ยท Minggu, 31 Mei 2020 - 08:17:00 WIB
4 Syarat Pacaran Bisa Langgeng sampai Nikah, Nomor 2 Paling Sering Bikin Putus Cinta
Hubungan dengan pasangan tidak harmonis. (Foto: Boldsky)

JAKARTA, iNews.id – Banyak pasangan yang terikat dalam status pacaran ingin memiliki hubungan yang langgeng sampai pernikahan. Kenyataannya, tidak sedikit pasangan yang putus di tengah jalan karena berbagai alasan.

Penyebab berakhirnya hubungan bisa dari diri sendiri yang justru sering tidak disadari. Hal tersebut adalah pikiran-pikiran tertentu terhadap pasangan.

Ada beberapa pikiran dari kita yang bisa menyebabkan hubungan menjadi bermasalah, bahkan berujung putus. Pemikiran apa saja itu?

Dilansir dari Yourtango, berikut empat pikiran yang harus dibuang jika ingin hubungan pacaran langgeng sampai menikah.

1. Berpikir pasangan selingkuh

Berpikir bahwa pasanganmu selingkuh, sama seperti kecemburuan terhadap mantan dia. Ketakukan diselingkuhi menjadi masalah yang sering dialami oleh setiap pasangan. Namun, hal ini bisa disebabkan oleh rasa takut berlebihan atau pengalaman masa lalu.

2. Cemburu berlebihan kepada mantan pasangan

Mungkin cemburu terhadap mantan pasangan normal. Namun jika cemburu terlalu berlebihan tidak baik untuk hubungan. Bahkan, cemburu berlebihan bisa menyakiti pasangan. Jadi jika ingin hubungan pacaran langgeng sampai menikah, jangan cemburu berlebihan terhadap mantan pacar pasangan.

3. Pikirkan karier sampai lupa berkomunikasi

Sibuk dengan karier bisa menjadi momok bagi hubungan dengan pasangan. Komunikasi yang tidak berjalan dengan baik bisa menimbulkan kesalahpahaman sering terjadi. Jika sudah begini, waktu komunikasi akan sering jarang dan membuat hubungan cintamu berada di ujung tanduk.

4. Pikiran kurang kasih sayang

Orang menunjukkan cinta mereka dengan cara yang berbeda. Ada yang melalui sentuhan fisik, menghabiskan waktu berkualitas bersama, melalui kata-kata atau hadiah.

Beberapa orang salah mengartikan bahasa cinta yang digunakan pasangan mereka, hanya karena itu bukan yang mereka sukai. Dengan demikian, mereka berpikir bahwa pasangannya kurang menunjukkan kasih sayang. Demikian dikutip dari Okezone, Minggu (31/5/2020).


Editor : Tuty Ocktaviany