514 Orang Positif Terinfeksi di Indonesia, Bisakah Vitamin C Cegah Covid-19?

Siska Permata Sari ยท Minggu, 22 Maret 2020 - 17:39 WIB
514 Orang Positif Terinfeksi di Indonesia, Bisakah Vitamin C Cegah Covid-19?

Tomat mengandung banyak vitamin C yang baik bagi tubuh. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Penyebaran pandemi virus korona baru (Covid-19) masih menjadi momok mengerikan bagi banyak orang, terutama di negara-negara dengan tingkat infeksi yang cukup tinggi. Hari ini, Minggu (22/3/2020), ada 514 kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Terlepas dengan peningkatan jumlah kasus, para peneliti di dunia tengah mencari vaksin atau pengobatan khusus bagi pasien virus korona baru. Salah satu yang masuk dalam daftar adalah vitamin C, yang termasuk kategori terapi potensial.

ZhiYong Peng, MD dari Departemen Pengobatan Perawatan Kritis di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan baru-baru ini mendaftarkan uji coba klinis fase 2 di ClinicalTrials.gov untuk menguji kemanjuran infus vitamin C untuk pengobatan infeksi pernapasan akut yang parah yang terkait dengan virus korona baru.

Deskripsi penelitian mencatat bahwa vitamin C adalah antioksidan yang dapat membantu mencegah kerusakan akibat sitokin pada paru-paru. Sitokin merupakan protein kecil yang dilepaskan oleh sel, yang memicu peradangan dan merespons infeksi. Demikian dikutip dari Medicine Net, Minggu (22/3/2020).

Deskripsi uji klinis juga menyatakan bahwa vitamin C mengurangi respons peradangan dan keduanya mencegah dan mempersingkat durasi flu biasa. Keterangan lebih lanjut kemudian menyatakan bahwa kekurangan vitamin C berhubungan dengan peningkatan risiko dan tingkat keparahan infeksi influenza. Benarkah demikian?

“Sistem kekebalan tubuh Anda benar-benar membutuhkan vitamin C untuk bekerja dengan benar. Tetapi (vitamin C) tambahan tidak akan membantu Anda terhindar dari flu biasa. Vitamin C mungkin membuatnya hilang lebih cepat atau tidak terasa buruk jika Anda menggunakannya sebelum sakit,” kata Dokter Emergency Medicine berbasis di Los Angeles Carol DerSarkissian, MD, dikutip dari Medicine Net.

Profesor kedokteran pencegahan dan penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center Amerika Serikat, Dr William Schaffner juga mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa suplemen vitamin C dapat membantu mencegah virus korona baru.

“Jika akan ada keuntungan, itu akan sangat sederhana," kata Schaffner dilansir dari New York Times.

Bahkan, vitamin C dalam dosis tinggi justru dapat menyebabkan masalah kesehatan tertentu. “Vitamin C dosis besar dapat menyebabkan sakit perut dan diare pada orang dewasa dan telah dilaporkan menyebabkan batu ginjal,” kata ahli diet dan nutrisi Betty Kovacs Harbolic MS, RD.

Tetapi di luar penelitian tersebut, vitamin C tetap memiliki manfaat sekaligus memberikan respons imun yang efektif sambil mempertahankan kerusakan minimal. Namun, tubuh tidak dapat membuat vitamin C sendiri atau menyimpan nutrisi secara efisien, karena vitamin yang larut dalam air larut begitu dicerna dan diekskresikan dalam urin.

Oleh sebab itu, cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan harian Anda adalah mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan makanan yang diperkaya vitamin. Makanan-makanan yang tinggi vitamin C di antaranya brokoli, kale, buah kiwi, pepaya, tomat, jeruk, dan strawberry.


Editor : Tuty Ocktaviany