Ambruk di Panggung, Butet Kertaredjasa Bersikeras Selesaikan Pentas

Fajar Adityo Nugroho ยท Sabtu, 23 Maret 2019 - 18:02 WIB
Ambruk di Panggung, Butet Kertaredjasa Bersikeras Selesaikan Pentas

Butet Kertaredjasa ambruk di panggung akibat serangan jantung. (Foto: Instagram).

JAKARTA, iNews.id - Seniman Butet Kertaredjasa tiba-tiba ambruk saat tampil dalam pementasan Kanjeng Sepuh. Dia tergolek pucat dengan tubuh lemas dan pucat di atas panggung.

Seperti dituturkan oleh Agus Noor dalam akun Instagramnya, Butet langsung mendapat penganan dari tim medis. Menurut Dokter, pria berusia 57 tahun ini mendapat serangan jantung.

Setelah mendapat pertolongan, Butet mulai membaik dan bisa bicara. Dia mengatakan kepada Agus, penulis Kanjeng Sepuh bahwa ingin menuntaskan lakon Semar yang diperaninya. Hal ini membuat Agus panik dan meminta agar Butet beristirahat terlebih dulu.

"Sementara itu, tim produksi bertindak cekatan melakukan pertolongan pertama. Sampai dirawat para medis. Ketika kondisinya pelan teratasi, dan mulai bisa bicara, Butet menyampaikan kalau ia masih ingin terus main. Saya langsung bilang ke dia, "Kamu istirahat dulu. Nyawamu lebih penting dari pentas ini!" Dia malah nyengir "Uasuuuwook." Semua sudah diantisipasi: adegan ending, di mana Butet harusnya muncul, diubah," tulis Agus Noor seperti dikutip dari akun Instagramnya, Sabtu (23/3/2019).

Namun Butet tetap bersikeras untuk kembali ke panggung dan menyelesaikan perannya. Agus hanya bisa pasrah dan membiarkan Butet kembali ke panggung dan menuntaskan penampilannya.

"Tapi detik-detik menjelang adegan akhir itu: Butet bersikeras muncul ke panggung. Saya tak yakin. "Biarlah saya menuntaskan kewajiban saya dengan terhormat malam ini." Begitu ia berkata. "Tapi kowe jangan mati di panggung, nanti malah ngrepoti," kata saya. Dia tertawa. Maka, saya pun membiarkannya muncul menutup adegan terakhir, saat Semar mengungkap rahasia kebenaran," tulisnya.

Usai menunaikan penampilannya, Butet langsung dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan.


Editor : Adhityo Fajar