Bertarung Lawan Depresi, Begini Ungkapan Hati Justin Bieber

Siska Permata Sari ยท Selasa, 12 Maret 2019 - 17:29 WIB
Bertarung Lawan Depresi, Begini Ungkapan Hati Justin Bieber

Justin Bieber tengah melawan depresi. (Foto: CNN)

LOS ANGELES, iNews.id - Justin Bieber belakangan ini dikabarkan tengah berjuang melawan depresi. Melalui unggahan di media sosial Instagram, Bieber mengabarkan kondisi terkini kesehatan mentalnya kepada 105 juta pengikut di platform tersebut.

Penyanyi 25 tahun itu juga meminta doa kepada para penggemar untuk kesembuhannya.

"Hanya ingin memberikan kabar terbaru pada kalian. Mudah-mudahan ini dapat memberikan resonansi pada kalian. (Saya) sudah banyak berjuang, (saya) hanya merasa terputus sangat aneh," tulis Justin Bieber di keterangan foto yang diunggah di Instagram, Selasa (12/3/2019).

Namun, dia mengatakan akan selalu bangkit dari keterpurukan tersebut sekaligus meminta doa dari para penggemarnya.

"(Saya) hanya ingin meminta kalian mendoakanku. Tuhan setia dan doa kalian, benar-benar bekerja, terima kasih," tulis suami Hailey Baldwin tersebut.

Sebelumnya saat wawancara eksklusif dengan Vogue, Bieber telah mengungkapkan perasaan depresinya sejak tur 'Purpose' beberapa waktu lalu. 

"Saya sangat depresi saat tur. Saya belum pernah membicarakan ini, dan banyak hal yang belum saya bicarakan. Saya kesepian dan butuh waktu sejenak," katanya pada Vogue, seperti dilansir dari CNN Entertainment, Selasa (12/3/2019).

Kadang-kadang dia berpikir bahwa musiklah yang menyebabkan kesehatan mentalnya buruk seperti sekarang. Sebab berawal dari musik dan ketenarannya di usia 13 tahun, membuatnya tidak bisa menikmati waktu untuk mengenal lebih jauh siapa dirinya.

"Saya tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk mengenal siapa diri saya. Jadi, saya butuh waktu untuk evaluasi diri saya. Siapa saya, apa yang saya inginkan di hidup saya, hubungan saya, dan akan jadi apa saya," kata Bieber.

Di sisi lain, Bieber yang telah menikahi Hailey Baldwin pada September lalu mengatakan, sang istri terus mendampinginya selama masa-masa berat itu.


Editor : Tuty Ocktaviany