Cegah Dampak Fatal Virus Corona, Siapa yang Harus Melakukan Rapid Test?

Siska Permata Sari ยท Selasa, 31 Maret 2020 - 15:41 WIB
Cegah Dampak Fatal Virus Corona, Siapa yang Harus Melakukan Rapid Test?

Biasakan memakai masker jika mengalami sakit. (Foto: Ilustrasi AFP)

JAKARTA, iNews.id - Kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia terus bertambah. Data per Senin (30/3/2020), pasien positif virus corona total menjadi 1.414 orang, dengan 129 kasus baru.

Tak hanya angka kasus positif, pasien yang meninggal dunia juga naik menjadi 122 orang. Sementara 75 pasien berhasil sembuh.

Kabar peningkatan kasus positif virus corona ini tentunya membuat sebagian besar masyarakat khawatir. Hingga tak jarang ingin melakukan Rapid Test atau tes cepat Covid-19. Apalagi jika Anda merasa kurang sehat atau mengalami gejala ringan virus corona seperti batuk-batuk.

Berdasarkan panduan dari situs resmi Covid19.go.id, berikut orang-orang yang diutamakan untuk melakukan Rapid Test:

1. Orang tanpa gejala

Orang tanpa gejala atau OTP adalah mereka yang tidak menunjukkan gejala tetapi pernah melakukan kontak erat dengan orang positif virus corona.

2. Orang dalam pemantauan

Orang dalam pemantauan atau ODP merupakan mereka yang mengalami sejumlah gejala virus korona. Di antaranya demam, mempunyai riwayat demam atau pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala pernah berada di negara atau wilayah dengan penularan lokal atau melakukan kontak erat dengan orang sakit atau terinfeksi virus korona.

3. Pasien dalam pengawasan

Pasien dalam pengawasan atau PDP merupakan mereka yang mengalami:

- Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), demam di atas 38 Celsius atau riwayat demam disertai salah satu gejala sakit pernapasan, yakni batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, pilek, pneumonia ringan hingga berat, dan dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala pernah berada di negara atau wilayah dengan penularan lokal.

- Orang dengan demam di atas 38 celsius atau riwayat demam atau ISPA, dan dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala pernah berkontak erat dengan orang sakit Covid-19 (terkonfirmasi ataupun probabel).

- Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Apa yang harus dilakukan?

Anda dapat melakukan isolasi diri jika mengalami gejala ringan seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat atau merasa lelah.

Hal-hal yang dilakukan semasa isolasi mandiri di antaranya:

- Tinggal di rumah dan jangan pergi bekerja dan ke ruang publik.

- Gunakan kamar terpisah di rumah dari anggota keluarga lainnya. Jika memungkinkan, upayakan menjaga jarang setidaknya satu meter dari anggota keluarga lain.

- Gunakan masker selama masa isolasi diri.

- Lakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis, seperti batuk atau kesulitan bernapas.

- Hindari pemakaian bersama peralatan makan (piring, sendok, garpu, dan gelas), perlengkapan mandi (handuk, sikat gigi, dan gayung), serta linen/seprai.

- Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dengan mengonsumsi makanan bergizi, melakukan kebersihan tangan rutin, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta keringkan, lakukan etika batuk/bersin.

- Berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi.

- Jaga Kebersihan rumah dengan cairan disinfektan.

- Hubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit memburuk (seperti sesak napas) untuk dirawat lebih jauh.

- Lama waktu isolasi diri selama 14 hari.

Editor : Tuty Ocktaviany