Deretan Fakta Unik Tahun Baru Imlek yang Tak Banyak Orang Tahu

Siska Permata Sari ยท Jumat, 16 Februari 2018 - 12:37 WIB
Deretan Fakta Unik Tahun Baru Imlek yang Tak Banyak Orang Tahu

Perayaan Imlek. (Foto: The Sun)

JAKARTA, iNews.id - Shio Anjing Bumi menjadi tanda pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa. Tahun Baru Imlek yang identik dengan hujan, lampion, warna merah, dan barongsai tersebut tiap tahunnya menjadi hari besar bagi sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Selain khas dengan ornamen merah, lampion, dan hujan yang menjadi tanda rezeki, banyak hal yang belum kita tahu tentang Tahun Baru Imlek. Apa saja?

Yuk, intip daftarnya seperti dikulik dari China Highlights, Jumat (16/2/2018).

Tanggalnya Bervariasi

Libur Imlek berbeda dari tahun ke tahun. Biasanya, Imlek selalu jatuh antara 21 Januari dan 20 Februari, ditentukan oleh kalender lunar China. Tahun Baru Imlek 2018 jatuh pada Jumat 16 Februari.

Disebut Festival Musim Semi

Meskipun di China, Tahun Baru Imlek masuk dalam musim dingin, namun justru perayaan ini disebut sebagai Festival Musim Semi atau Spring Festival. Hal ini ternyata ada alasannya, yakni karena 'Start of Spring' (4-18 Februari) adalah pertama dari istilah dalam kalender matahari tradisional. Start of Spring menandai akhir dari bagian terdingin musim dingin, ketika orang-orang China secara tradisional dapat menantikan awal musim semi.

Tahun Baru Imlek Ditandai dengan Pergantian Shio

Dalam tradisi Tionghoa, ada kebiasaan menamai tahun-tahun dengan nama hewan. Ada 12 hewan yang dijadikan shio dalam setiap siklusnya. Tahun ini adalah shio Anjing Bumi. Hingga saat ini, masih banyak orang Tionghoa yang masih percaya pada astrologi dan takhayul.

Kebiasaan yang biasanya dilakukan saat pergantian tahun adalah rekonsiliasi dengan orang-orang, menghindari pelanggaran, dan membangun kembali ikatan lama. Mereka juga membeli dan memakai baju baru, memberi hadiah, dan membersihkan rumah.

Festival Bagi Seperempat Populasi Dunia

Ini adalah Minggu liburan musim dingin di China, seperti Hari Natal dan Tahun Baru di negara-negara lain. Sekolah di China mendapatkan sekitar satu bulan dan universitas lebih banyak lagi hari liburnya. China, Hong Kong, Macau, dan sembilan negara Asia lainnya, memiliki hari libur di Tahun Baru Imlek. Sebanyak 1,3 miliar orang di China mendapatkan tiga hari libur. Sementara di Indonesia, 250 juta penduduk mendapatkan satu hari libur nasional.

Perayaan Besar Biasanya Dilakukan di London dan Hong Kong

Sekira 500 ribu orang berkumpul untuk Tahun Baru Imlek di Pecinan London, Trafalgar Square, dan jalan-jalan di London tengah pada 2015. Sementara di Hong Kong, ada sebuah kebiasaan liburan besar, salah satunya balap kuda di Arena Balap Sha Tin. Para penonton menyaksikan acara pembukaan, tarian singa, dan berbagai pertunjukan budaya dan hiburan.

Empat Persen Populasi Dunia Travelling

Sekira 200 juta orang dari Daratan China menempuh perjalanan jauh untuk liburan ini. Diperkirakan ada 3,5 miliar orang melakukan perjalanan di China. Sebagai perbandingan, kurang dari 100 juta orang menempuh perjalanan lebih dari 50 mil selama liburan Natal di AS, menurut American Automobile Association.

Ada Pesta Kembang Api Terbesar

Tidak ada satu jam pun di negara lain yang melihat banyak ton kembang api menyala seperti di China sekitar tengah malam, ketika mulai Tahun Baru Imlek. China sendiri memproduksi sekitar 90 persen kembang api di dunia. Selain itu, ada alasan tradisional mengapa ada kembang api di Tahun Baru Imlek. Hal ini dikarenakan kebanyakan orang Tionghoa daratan percaya bahwa kilatan dan ledakan petasan dan kembang api dapat menakut-nakuti setan dan roh jahat.

Selamat Tahun Baru Imlek!

Editor : Tuty Ocktaviany