Disindir Yasonna Laoly soal RKUHP, Ini Tanggapan Dian Sastrowardoyo

Siska Permata Sari ยท Rabu, 25 September 2019 - 16:17 WIB
Disindir Yasonna Laoly soal RKUHP, Ini Tanggapan Dian Sastrowardoyo

Dian Sastrowardoyo. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Aktris Dian Sastrowardoyo angkat bicara setelah namanya disindir oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang menyebutnya 'bodoh' lantaran komentarnya terkait revisi RKUHP. Hal ini bermula saat Dian Sastro memberikan opini terkait revisi RKUHP melalui media sosialnya.

Salah satu pasal yang disorotnya adalah tentang korban perkosaan yang akan dipidana selama empat tahun bila menggugurkan kandungannya. Sorotan ini dia unggah di Instagram Story miliknya dengan menulis ulang tulisan dari seorang aktivis Tunggal Pawestri.

Selain tentang korban perkosaan, aktris Ada Apa dengan Cinta ini juga menyoroti tentang pasal-pasal lain, di antaranya tentang perempuan yang pulang di atas jam 22.00, pengamen, dan gelandangan.

Usai sindiran tersebut, Dian Sastro angkat bicara. Melalui unggahan Story miliknya, dia menulis kritik sekaligus memperlihatkan kembali draft revisi RKUHP yang menurutnya bermasalah.

"Daripada kita kecil hati dibilang nggak tau apa-apa, lebih baik kita pelajari lagi yuk," tulis Dian Sastro, seperti dikutip dari akun Instagram miliknya, Rabu (25/9/2019).

Menanggapi sindiran tersebut, Dian mengatakan bahwa dia dan teman-temannya telah membaca terkait isi revisi RKUHP tersebut.

"Kami akan membaca dan membaca lagi. Karena lebih baik kita merasa bodoh dan terus belajar daripada sudah merasa sudah tau semuanya," tulis Dian lagi.

Dia juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam, meskipun telah mendapatkan sindiran tersebut. "You can call me anything you want. But we shall not be silenced," tulis lawan main Nicholas Saputra tersebut.

Di luar itu, dia membuka kesempatan bagi pembuat Undang-Undang untuk menjelaskan kembali tentang pasal-pasal tersebut kepada publik.

"Lalu kalau memang ada lampiran penjelasan lebih lanjut terkait KUHP tersebut, mohon disosialisasikan ke masyarakat dengan lebih baik beserta rujukannya," tulis Dian Sastro.

Editor : Tuty Ocktaviany