Dynand Fariz, Presiden Jember Fashion Carnaval Meninggal Dunia

Siska Permata Sari ยท Rabu, 17 April 2019 - 10:21 WIB
Dynand Fariz, Presiden Jember Fashion Carnaval Meninggal Dunia

Dynand Fariz, Presiden Jember Fashion Carnaval meninggal dunia (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Kabar duka datang dari dunia fashion. Presiden Jember Fashion Carnaval Dynand Fariz meninggal hari ini, Rabu (17/4/2019).

Kabar Dynand Fariz meninggal karena sesak napas beredar lewat pesan berantai yang diterima Redaksi iNews.id yang berbunyi, 'KABAR DUKA :Innalillahi wainna ilaihi rooji’uun. Telah meninggal mas Dynand Amin Fariz (creator JFC Jember Fashion Carnival) pada Rabu 17 April 2019 pukul 04.00 wib di RS Jember Klinik akibat sakit Paru2. Insya Allah beliau husnul khotimah.Semoga Allah mengampuni dosa2nya dan menerima amalan2nya. Aamiin YRA.'

Kabar meninggalnya Dynand Fariz memang mengejutkan banyak pihak. Apalagi dalam waktu dekat, dia akan menggelar ajang Jember Fashion Carnaval (JFC). Tahun ini, JFC 2019 digelar pada 31 Juli-4 Agustus 2019 dengan tema yang diangkat Tribal Grandeur dan melibatkan lebih dari 6.000 peserta karnaval.

Dua bulan lalu, Dynand Fariz menggelar konferensi pers bersama Wakil Bupati Jember A. Muqit Arief bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya terkait gelaran acara tersebut. Jember diketahui terkenal sebagai kota karnaval terbaik ketiga di dunia dan terbaik pertama di Asia. Tidak heran jika wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan domestik terpikat dengan Jember.

Wakil Bupati Jember A. Muqit Arief mengatakan, event JFC selalu didominasi oleh wisman Asia, Amerika Serikat (AS), dan Eropa. Bahkan setiap JFC berlangsung, Jember selalu dipenuhi wisatawan. Penginapan homestay dan hotel penuh.

"Banyaknya wisman yang datang membuat kami kewalahan, sehingga banyak yang menginap di rumah warga. Bahkan, ada yang memilih menginap di Banyuwangi dan Bondowoso. Untuk JFC 2019 ini, kami harap hotel Lippo segera mempercepat pembangunannya," kata Muqit Arief, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa 26 Februari 2019.

Sementara itu, Presiden JFC Dynand Fariz menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah untuk menjadikan JFC sebagai pionir karnaval modern di Indonesia.

“Kreativitas JFC semakin layak dijadikan magnet untuk mendatangkan wisman, tetapi dari 'commercial value' atau 'financial value' masih belum digarap optimal karena belum bisa dikapitalisasi dengan baik,” ujar Dynand.

Namun, dia tetap menyambut baik ditetapkannya Jember sebagai Kota Karnaval berkelas dunia. Sementara itu, Menpar Arief Yahya mengatakan, penyelengaraan JFC sangat menginspirasi banyak karnaval di Tanah Air.

Menpar berharap penyelenggaraan JFC yang telah memiliki sederet penghargaan itu dapat dijadikan tolak ukur untuk pelaksanaan event-event serupa di Indonesia. Terlebih setelah karnaval yang dirintis di Kabupaten Jember, Jawa Timur itu menduduki peringkat pertama sebagai karnaval terbaik di Asia dan karnaval terbaik tiga di dunia setelah Rio de Janeiro Carnival di Brasil dan Pasadena Flower Carnival di Los Angeles, Amerika Serikat.

“JFC sudah tiga kali berturut-turut masuk dalam Top 10 dari 100 Calender of Event (CoE) Nasional. Semua yang bagus-bagus ada di JFC. Saya harap JFC bisa jadi standar penyelenggaran event di Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya.


Editor : Dini Listiyani