Hotman Paris Kritik RUU KUHP Teraneh di Dunia, Netizen Malah Salah Fokus

Siska Permata Sari ยท Kamis, 26 September 2019 - 22:56 WIB
Hotman Paris Kritik RUU KUHP Teraneh di Dunia, Netizen Malah Salah Fokus

Hotman Paris ikut mengkritisi RUU KUHP. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Selain aktris Dian Sastrowardoyo, pengacara kondang Hotman Paris juga turut mengkritisi isi dari Rancangan Undang-Undang KUHP (RUU KUHP) yang menjadi polemik di masyarakat. Hotman menyebut, isi dari peraturan tersebut teraneh di dunia.

Hal tersebut dia sampaikan dalam sebuah video di Instagram miliknya baru-baru ini.

"RUU-KUH Pidana, draft Undang-Undang teraneh di dunia. Ini saya baca nih draf di pasal 100, menjatuhkan pidana mati dengan masa percobaan selama sepuluh tahun jika peran terdakwa dalam tindak pidana tidak terlalu penting. Ya kalau tidak terlalu penting kenapa hukuman mati," kata Hotman Paris Hutapea, seperti dikutip dari video yang diunggah di Instagram milik, Kamis (26/9/2019).

Pengacara tersebut juga mengungkapkan bahwa isi dari Undang-Undang tersebut tidak masuk akal. "Ini bener-bener ini enggak masuk di akal gue nih. Seseorang dijatuhi hukuman mati dengan masa percobaan 10 bulan jika peran terdakwa dalam tindak pidana tidak terlalu penting," ucap Hotman.

Tak hanya mengkritisi isinya, Hotman juga menyebut bahwa isi dari Undang-Undang kontroversial tersebut bukan berasal dari praktisi hukum. "Aduh, kacau nih benar-benar ini bukan karya dari praktisi hukum. KUH Pidana mengandung filsafat hukum yang sangat tinggi dan perlu memerlukan pengalaman yang lama," katanya.

Saat dibuat berita ini, video tersebut mendapatkan 30.176 likes dan 317.874 kali dilihat. Postingan tersebut juga mendapat dukungan dari para netizen yang menyerbu kolom komentar sekaligus salah fokus pada jok mobil baru Hotman Paris.

"Hajar pak Hotman, yang gini deman kali aku," tulis netizen di kolom komentar.

"Mobil baru bang, plastiknya belum dibuka. Sukses selalu Abang dari anak Medan," tulis netizen lainnya.

"Gagal fokus sama plastik joknya," tulis netizen lainnya.


Editor : Tuty Ocktaviany